KIA Dinilai Tak Efektif

Dengan kondisi tersebut, keberadaan KIA dinilai kurang efektif. Terlebih anak usia balita masih dalam pengawasan penuh orangtua.

Penulis: ang | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kebijakan penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Pasalnya, keberadaan KIA dinilai terlalu merepotkan lantaran harus berganti dalam jenjang waktu tertentu.

Seperti yang disampaikan Widia (30) warga Tamanmartani, Kalasan. Menurutnya jika kebijakan tersebut diterapkan, maka anaknya yang masih berusia tiga tahun harus mengurus identitas.

"Nanti memasuki usia lima tahun harus berganti dengan KIA yang berfoto. Sedangkan ketika sudah 17 tahun, harus ganti lagi dengan e-KTP," kata dia, Senin (22/2/2016).

Dengan kondisi tersebut, keberadaan KIA dinilai kurang efektif. Terlebih anak usia balita masih dalam pengawasan penuh orangtua.

"Berbeda jika diterapkan bagi anak yang sudah usia sekolah. KIA akan lebih dibutuhkan," ujarnya.

Berbeda dengan Widia, Viktor (40) warga Purwomartani, Kalasan justru sangat diperlukan oleh masyarakat termasuk orangtua.

Dengan adanya KIA, orangtua menjadi lebih tenang karena mempermudah pengawasan.

"Apalagi anak sudah banyak beraktifitas di luar rumah," kata ayah yang memiliki usia 9 tahun.

Menurutnya dengan adanya KIA, anak akan menjadi lebih terpantau. Meskipun diakuinya, membiasakan anak untuk membawa identitas bukanlah hal mudah.

"Jika ada apa-apa (orangtua) bisa segera. Selama saya selalu meminta anak saya membawa kalung yang tertulis nama, nama orangtua, dan alamat dan bisa dihubungi. Namun dengan adanya KIA, menjadi lebih praktis dan resmi secara hukum," kata dia. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved