Lima Misteri Kematian Massal Ribuan Hewan

sekitar 2 ribu burung hitam bersayap merah mati di kota Arkansas. Mereka seolah berjatuhan dari langit

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
PHOTO: Albert S | AP | Getty Images
Kolase foto-foto hewan mati mendadak 

TRIBUNJOGJA.COM - Di alam liar sebagian hewan hidup berkoloni sesuai dengan spesiesnya masing-masing. Mereka hidup di darat, laut dan udara.

Tak hanya di alam liar beberapa koloni hewan hidup berdampingan dengan manusia. Kadang mereka membuat gempar karena tiba-tiba mati secara massal tanpa diketahui sebabnya.

Berikut kumpulan misteri kematian massal hewan di alam liar dikutip tribunjogja.com dari cbsnews.com, Selasa (9/12/2016).

1. Paus dan Lumba-lumba Mati

November 2004, 115 paus dam lumba-lumba berenang ke pantai untuk mati dua pulau di wilayah Australia Selatan.

Tahun sebelumnya, 110 paus dan 10 lumba-lumba mati terdampar di pantai barat Tasmania yang terpencil. Cara kematian hampir senada.

Pada November 2008, kematian serupa terjadi lagi jumlahnya mencapai 150 paus di pantai Tasmania. 2009, hal itu terjadi lagi di lokasi yang sama dengan jumlah mencapai 200 ikan paus dan lumba-lumba.

2. Miliaran Lebah Madu "Lenyap"

Pada 2006, miliaran lebah madu Amerika mulai misterius menghilang dan tidak ada yang benar-benar tahu mengapa.

Dugaan infeksi jamur? penggunaan pestisida? Perubahan iklim? Para ilmuwan anggap ada penyakit misterius yang membuat sepertiga dari populasi lebah madu AS turun tiap tahun.

3. Enam Juta 6 Juta Babi Mati

Mei 2013, virus yang belum terjadi muncul di AS, mereka menyebut Epidemi Diare Babi, cepat menyebar di 27 negara bagian dan membunuh 6 juta babi setahun.

Ilmuwan menduga virus berasal dari Cina, tetapi tidak jelas bagaimana masuk ke negara itu. Diare mematikan itu menyebar hingga akhir November 2013.

4. Burung Hitam Mati Berjatuhan

Akhir Desember 2010, sekitar 2 ribu burung hitam bersayap merah mati di kota Arkansas. Mereka seolah berjatuhan dari langit sehingga butuh banyak pekerja untuk menyingkirkan burung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved