Pemerintah Perlu Pikirkan Lapangan Pekerjaan Eks Gafatar
Masyarakat pun perlu diberikan pengertian agar tidak melakukan tindakan yang bersifat memojokan maupun menganggap sesat mereka.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah 236 anggota eks Gafatar asal DIY telah berada di Youth Center, Sleman, sejak Jumat (29/1/2016) lalu.
Pengamat Sosial UGM, Prof Dr Susetiawan SU, menyebutkan para anggota Eks Gafatar perlu diberikan pembekalan dan pembinaan sebelum dikembalikan ke masyarakat. Hal tersebut dibutuhkan agar dapat kembali ke jalan yang benar.
“Tidak hanya ditanamkan tentang ideologi ke-Indonesia-an saja, tetapi juga dipersiapkan agar bisa kembali bergaul di masyarakat,” jelasnya, ketika ditemui di Kampus UGM, Jumat (29/1/2016).
Selain memberikan pemahaman ke mantan anggota Gafatar, Susetiawan menilai masyarakat pun perlu diberikan pengertian agar tidak melakukan tindakan yang bersifat memojokan maupun menganggap sesat mereka.
Pasalnya tindakan itu justru akan semakin menjauhkan mantan anggota gafatar dari kehidupan masyarakat.
“Masyarakat pun harus diberikan pemahaman agar tidak melakukan tindakan yang memarginalisasikan mereka,” tegas dosen Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM tersebut.
Masih ada penolakan dari masyarakat maupun keluarga, imbuhnya, justru akan membuka peluang bagi mereka untuk kembali ke kelompok-kelompok yang menyimpang.
“Keluarga dan masyarakat secara bersama-sama harus bisa menerima mereka kembali. Bagaimana membuat anggota eks Gafatar dan masyarakat bisa hidup bersama kembali adalah hal utama yang perlu dilakukan,” urainya.
Susetiawan menambahkan, pemerintah juga perlu membuat program pemberdayaan bagi eks pengikut Gafatar. Bukan dalam bentuk pemberian bantuan secara fisik saja, akan tetapi bantuan yang lebih berkelanjutan.
Satu hal yang terpenting adalah memberikan jaminan bagi kelangsungan hidup mereka agar tidak terjerat kemiskinan.
“Pemerintah patut memikirkan penyediaan lapangan kerja bagi pengungsi eks Gafatar ini,” tegasnya.
Secara terpisah Psikolog Sosisal UGM, Prof Dr Faturochman mengatakan bahwa penerimaan oleh keluarga dan lingkungan merupakan cara yang cukup efektif untuk memulihkan kembali eks Gafatar untuk kembali hidup bermasyarakat.
“Kalau sudah ada kesadaran untuk kembali, yang paling pokok adalah support dari keluarga, tetangga, serta lingkungan untuk mereka,” tuturnya.
Menurutnya pendekatan secara psikologis diperlukan untuk para eks gafatar ini. Bimbingan secara psikologis perlu diberikan oleh psikolog agar mereka yakin untuk menjalani kehidupan lagi di masyarakat secara normal.
“Bisa dilakukan melalui pendekatan realistis dengan meyakinkan mereka bahwa tidak mudah untuk mewujudkan keinginan memperoleh kehidupan yang sempurna seperti yang dijanjikan kelompok Gafatar,” jelasnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jemputan-eks-gafatar_20160129_120054.jpg)