Ciptakan Sambel dari Sakit Hati
Kebetulan, sambel untuk mengatasi kegalauannya adalah sambel yang lagi populer, yakni Sambel Roa Medan.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sakit hati bisa bermacam responnya, namun bagi Dinda Arum Windari, justru menginspirasi ke hal yang produktif. Melalui keahliannya di bidang kuliner ia mampu menciptakan resep sambel dengan citarasa yang unik.
Cerita sedih Dinda dimulai ketika ia putus dari pacarnya. Ironisnya, bubarnya hubungan mereka karena orang tua sang pacar menganggap Dinda tidak sepadan karena tidak melanjutkan kuliah sehingga tidak mempunyai title.
“Aku kalau sudah sedih gitu bawaaan laper terus, udah gitu pengennya makan sambel yang pedes banget buat ngilangin sakit hati toh,” kata gadis kelahiran Bogor 7 Juli 1993 kepada Tribun Jogja, Senin (25/1/2016).
Kebetulan, sambel untuk mengatasi kegalauannya adalah sambel yang lagi populer, yakni Sambel Roa Medan. Sambel itu berbahan dasar bawang merah, cabe merah dan ikan roa. Nah, ikan roa ini hidup di perairan pantai di Sulawesi Utara.
“Sambel yang lagi ngehits! Enak sih, tapi kok rasanya ada yang kurang, sehingga jadi penasaran bereksperimen untuk menyempurnakan rasanya,” kata Dinda.
Dinda memang piawai mengolah resep masakan, apalagi gadis cantik ini adalah jebolan 40 besar Reality Show 40 Master Chef Indonesia 3. Sehingga kemudian terciptalah sambel Roa Medan dengan sentuhan tangannya sendiri.
“Waktu aku minta temen-temen mencoba mereka langsung suka. Bahkan katanya lebih enak daripada Sambel Roa di pasaran. Dan mendorong untuk memasarkannya,” ujarnya.
Dinda pun setuju, kemudian berkat latar belakang kisahnya itu, Dinda menamakan sambel ciptaaannya dengan nama sambel Roa Sarjana. Ia pun kemudian menambahkan level pedas berbeda untuk produknya dengan title S1 dan S2.
“Dan tagline untuk Sambal Roa Sarjana yang aku tuliskan di setiap kemasannya adalah Pedesnya Bikin Sakit Hati! hehe,” seloroh Dinda.
Dikatakan Dinda, memang sambel itu benar-benar dibuat untuk melampiaskan sakit hati. Selain itu Dinda juga ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa sakit hati bisa berefek positif tidak melulu berujung pada hal negatif.
“Itu buat nyindir. Aku mau buktiin kalo orang sukses ngelakuin sesuatu itu bukan karena title, pendidikan tinggi. Tapi kalau punya tekad, keyakinan juga pasti bisa,” tukasnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dinda-arum-windari_20160126_023242.jpg)