Lantunan Doa Satu Abad Jendral Sudirman

Pemandangan itu terlihat saat acara Peringatan 1 Abad Panglima Besar Jendral Sudirman, di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta.

Penulis: akb | Editor: oda
Tribun Jogja/Hamim Thohari
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana hikmat tercipta saat acara tabur bunga makam Panglima Besar Jendral Sudirman. Lantunan doa terdengar lirih dari msayarakat yang mengitari makam dari Panglima Besar Jendral Sudirman.

Pemandangan itu terlihat saat acara Peringatan 1 Abad Panglima Besar Jendral Sudirman, di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta, Minggu (24/1/2016) pagi. Peringatan satu abad bertepatan dengan hari kelahiran sang Jendral, yakni 24 Januari 1916 silam.

"Saya sangat terharu adanya peringatan ini, banyak yang masih mengingat jejak semangat dari almarhum Jendral Sudirman," ungkap Mohamad Teguh Sudirman, putra bungsu sang Jendral.

Ia mengaku sangat mengapresiasi acara peringatan yang diselenggarakan masyarakat untuk mengingat kembali perjuangan ayahandanya. Teguh berharap dengan adanya peringatan ini dapat menularkan semangat perjuangan Jendral Sudirman kepada masyarakat.

Peringatan 1 Abad Panglima Besar (Pangsar) Jendral Sudirman yang diikuti masyarakat Yogya dari berbagai kalangan ini merupakan inisiatif Mas Ngabehi Tatok Pujodiprojo, Pemerhati dan Penerus Pemikiran Pangsar Soedirman, berkerjasama dengan TNI.

"Beliau adalah sosok patriot sejati pembela kedaulatan NKRI sampai titik darah penghabisan. Bahkan disaat sakit sekalipun beliau tetap menolak permintaan para pemimpin bangsa untuk beristirahat, beliau tak mau meninggalkan anak buah dan tetap gagah berani memimpin pasukan," ujarnya.

Dirinya mengatakan jasa perjuangan serta tauladan hidup Jendral Sudirman selalu relevan untuk dikenang. Perjalanan hidup serta torehan perjuangan sang Jendral dapat dijadikan inspirasi bagi masyarakat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Acara peringatan satu abad ini diisi dengan doa tahlil yang dilanjutkan tabur bunga. Setelah itu, peserta peringatan juga diajak untuk berdiskusi bersama Teguh Sudirman, putra bungsu Jendral Sudirman; Sri Edi Swasono, menantu Bung Hatta; dan Chang Wendryanto, anggota DPRD DIY. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved