Sleman Utara Rawan Angin Kencang
Masyarakat yang tinggal di wilayah utara Kabupaten Sleman diimbau untuk mewaspadai terjadinya bencana angin kencang.
Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Masyarakat yang tinggal di wilayah utara Kabupaten Sleman diimbau untuk mewaspadai terjadinya bencana angin kencang.
Hal ini lantaran di wilayah ini rawan terjadi angin kencang pada menjelang puncak musim penghujan.
Informasi tribunjogja.com, pada Minggu (17/1/2016) petang kandang ayam milik Jateng Tirtamartana (45), warga Dusun Tapansari, Candibinangun, Pakem, roboh setelah dihempaskan angin kencang.
Akibatnya ribuan ekor ayam potong siap jual berhamburan dan sebagian mati. Selain kandang ayam, dua rumah warga Candibinangun diketahui rusak setelah tertimpa pohon.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Juli Setiono Dwi Wasito mengatakan agar peristiwa serupa terjadi kembali, masyarakat diimbau untuk lebih waspada.
Terlebih kondisi cuaca hujan disertai angin kencang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari mendatang.
“Berdasarkan informasi dari BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika), musim hujan akan masih akan berlangsung hingga April mendatang. Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada agar dampak bencana dapat diminimalisasi,” katanya, Senin (18/1/2016).
Menurutnya saat ini jumlah daerah rawan angin kencang cenderung lebih luas.
Awalnya berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat empat kecamatan yang masuk dalam wilayah rawan angin kencang, antara lain Kalasan, Sleman, Seyegan, dan Mlati.
“Saat ini ada kecenderungan terjadi di wilayah utara. Terlebih di wilayah ini, lebih sering terjadi hujan,” ungkapnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pohon-tumbang_0501_20160105_162843.jpg)