Tujuh Warga Magelang Menghilang Misterius

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang menyatakan sudah ada tujuh orang yang menghilang misterius sejak akhir tahun 2015

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
NET
logo gafatar 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang menyatakan sudah ada tujuh orang yang menghilang misterius sejak akhir tahun 2015 ini.

Mereka diduga kuat mengikuti kegiatan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan hijrah dari Kabupaten Magelang.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang, Karya Humanika membenarkan tujuh orang tersebut meninggalkan rumah sejak akhir 2015 dan awal 2016 kemarin.

“Kuat dugaan mereka tergabung dalam organisasi Gafatar tersebut. Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya. Salah satunya dengan melaksanakan rapat koordinasi baru kemudian kemudian sosialisasi ke masyarakat,” jelasnya, Rabu (13/1/2016).

Dia menyebut, pada pertengahan 2015 lalu, Gafatar pernah mengajukan izin kepadanya untuk audensi dengan Bupati Magelang.

Namun hal itu tidak pernah terjadi. Kala itu, ujarnya, pihaknya tidak merekomendasikannya, karena sudah mendapatkan informasi tentang gerakan Gafatar tersebut.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko mengatakan, bulan Maret 2015 lalu dua orang atas nama Gafatar datang ke kantornya.

Keduanya bernama Sugiarto dan Agung, masing-masing dari Pancuranmas dan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Mereka mengaku merupakan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) dengan sekretariat di Kebumen.

Keduanya menyampaikan profil, visi, dan misinya serta meminta audiensi untuk lebih mengenalkan lagi organisasi massanya.

Mereka datang sambil membawa sejumlah brosur dan berkas kegiatan yang pernah dilakukan. Ketika itu mereka tidak langsung mendaftarkan Ormasnya, hanya berniat ingin audiensi.

“Mereka tidak mengajukan pendaftaran sebagai Ormas. Tapi, kemudian setelah itu mereka tidak lagi datang untuk menindak lanjuti niat audiensinya atau mendaftar. Maka, Gafatar pun tidak kami catat sebagai Ormas yang ada di Kota Magelang,” katanya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved