Usai Dinobatkan, Pakualam X Keluarkan Sabda Dalem

Penobatan tersebut resmi setelah Undhang Jumeneng Dalem Adipati dibacakan oleh Pangeran Sentana di Kadipaten Pakualaman, KPH Jurumartani.

Penulis: mrf | Editor: oda
tribunjogja/hasansakrighozali
KBPH Prabu Suryodilogo saat dinobatkan sebagai KGPAA Pakualam X, Kamis (7/1/2016) pagi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, M. Resya Firmansyah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - KBPH Prabu Suryodilogo telah dinobatkan sebagai KGPAA Pakualam X, Kamis (7/1/2016) pagi.

Penobatan tersebut resmi setelah Undhang Jumeneng Dalem Adipati dibacakan oleh Pangeran Sentana di Kadipaten Pakualaman, KPH Jurumartani.

Undhang tersebut berisi perubahan nama KBPH Prabu Suryodilogo menjadi Sampeyan Dalem Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sedasa.

Setelahnya sentana dalem yang dituakan, KPH Notoatmojo bersama rayi dalem memasrahkan sejumlah barang.

Adapun barang yang diserahkan yaitu keris kyai bontit, dan menyematkan lencana Bintang Sestra Notokusumo. Bintang Sestra Kusumo sendiri bermakna KGPAA Pakualam X harus dapat menjadi pengayom bagi keluarga, sentana, abdi dalem dan lainnya.

Kemudian, KGPAA Pakualam X berganti pakaian yang semula agem dalem songsong Pangeran Pati menjadi agem dalem adipati songsong gilap.

Setelah itu, KPH Jurumartani membacakan dhawuh timbalan dalem yang mengubah nama istri dan adik dari KGPAA Pakualam X.

Istri KGPAA Paku Alam X yang semula bernama Bendara Raden Ayu Suryodilogo berubah menjadi Gusti Kangjeng Bendara Raden Ayu Adipati Pakualam.

Pun rayi dalem, Bendara Pangeran Hario (BPH) Hario Seno berubah menjadi Gusti Pangeran Hario (GPH) Kusumodilogo. Sementara BPH Hario Danardono Wijoyo menjadi GPH Harimurti.

Lalu, KGPAA Pakualam X membacakan Sabda Dalem. Pada penjelasannya di depan Gubernur DIY, Gubernur Jawa Tengah, Mendikbud, Mensesneg, Megawati Soekarno Putri dan para tamu undangan lain, dia mengaku bahwa menjalankan tugas sebagai KGPAA Pakualam X tidaklah mudah.

“Saya sampaikan dengan jujur bahwa kewajiban yang akan saya laksanakan adalah tugas yang berat karena akan melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengemban kebudayaan.

Sepengetahuan saya, kebudayaan memiliki banyak makna,” kata Pakualam X di Bangsal Sewatama Puro Pakualaman, Kamis (7/1/2016).

Oleh karena itu, dia tidak akan memandang kebudayaan hanya identik dengan manifestasi berkesenian belaka. Pun KGPAA Pakualam X memprediksi bahwa dirinya akan berada dalam tegangan antara tradisi dan pembaharuan.

Sebab proses berkreasi selalu menuntut adanya inovasi di tengah perubahan yang terjadi sangat cepat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved