Ahok Terbantu oleh Jonan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terbantu dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang memberikan 600 bus tambahan.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terbantu dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang memberikan 600 bus tambahan.
Rencana Transjakarta untuk pengadaan 2.000 armada pada 2015 gagal. Hal itu menjadi penyebab Jakarta kekurangan angkutan umum yang layak jalan.
Padahal, pria yang akrab disapa Ahok tersebut telah menginstruksikan PT Transportasi Jakarta untuk merealisasikan pengadaan 2.000 bus itu.
Hingga akhirnya, Ahok meminjam 600 bus milik Kementerian Perhubungan untuk mengatasi kekurangan angkutan umum. Ahok pun merasa terbantu dengan keputusan Jonan yang memogramkan pengadaan 3000 unit bus pada periode 2015-2019.
Yang kemudian dari 3000 unit bus, 600-nya dipinjamkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, "Untung aja ada Pak Jonan yang bantu order 3000 (bus)," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kami (7/1/2016).
Gagalnya pengadaan 2.000 bus pada 2015, menjadi salah satu alasan Ahok mencopot jabatan Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih.
Pasalnya, anggaran telah disiapkan, tapi tak direalisasikan.
"Duit kita enggak berseri kok, pemerintah!" tegasnya.
"Butuh bus bisa minta, masa minta bus, mesti saya yang minta ke Menteri (Jonan)," lanjut dia.
Bus Rapid Transit itu dibeli oleh Kementerian Perhubungan dari PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI). (Tribunnews.com, Dennis Destryawan)