Limbah Kandang Babi di Godean Ganggu Warga
Limbah dari puluhan hingga raturan ternak babi di kandang tersebut dinilai telah merugikan masyarakat.
Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Keberadaan peternakan babi di Dusun Gancahan VIII RT 7 RW 18 Sidomulyo, Godean, Sleman, terancam ditutup.
Pasalnya, limbah dari puluhan hingga raturan ternak babi di kandang tersebut dinilai telah merugikan masyarakat.
Kepala Desa Sidomulyo, Rusto Busono, mengatakan pihaknya mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait keberadaan peternakan babi tersebut.
Selain berada di dekat pemukiman warga, keberadaan peternakan tersebut menghasilkan limbah yang tidak dikelola dengan baik.
“Limbahnya dibuang ke sungai kecil dan berakhir di sungai. Sehingga kotorannya dinilai merugikan masyarakat,” ungkapnya saat mendatangi lokasi peternakan, Selasa (5/1/2016).
Menurutnya, keluhan tersebut sudah disampaikan sejak Juni 2015, pihaknya juga menggelar mediasi antara masyarakat yang kontra dengan pengelola peternakan.
Bahkan, Pemerintah Kecamatan Godean sudah memberikan arahan agar pemilik peternakan membuat pengelolaan limbah kotoran babi agar tidak lagi dibuang di sungai.
“Pihak pengelola peternakan sebenarnya sudah menyetujui untuk membuat pengelolaan limbah kotoran ternak. Namun hingga saat ini belum terealisasi, sehingga masyarakat kembali mengeluhkan hal ini,” paparnya.
Rusto mengatakan sebagian kelompok warga bahkan bersiap untuk melakukan penutupan paksa apabila pemerintah tidak menanggapi keluhan warga tersebut.
Atas kondisi tersebut, Pemdes Sidomulyo meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan langkah penertiban.
“Mediasi sudah kami lakukan, peringatan demi peringatan juga sudah disampaikan tapi tidak ada tindak lanjut dari pemilik (peternakan). Untuk itu kami lakukan langkah penertiban,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ternak-babi_0501_20160105_171443.jpg)