Buset! Guru Sekolah Jadi Bandar Narkoba, Edarkan Ganja di 37 Universitas

Sun adalah lulusan dari Universitas Jilin dengan jurusan pertanian, ia diduga menggunakan pengetahuan tentang pertanian untuk menanam ganja

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
PHOTO: SCMP
Guru matematika sebuah sekolah di kota Shouguang di Provinsi Shandong, China ditangkap karena jadi sindikat penjual ganja kepada mahasiswa di Cina. 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang guru matematika sebuah sekolah di kota Shouguang di Provinsi Shandong, China ditangkap karena jadi sindikat penjual ganja kepada mahasiswa di Cina.

Guru itu diketahui bermarga Sun, dijadikan tersangka utama sebab diduga kuat menjadi pemasok ganja di 37 Universitas di china, dikutip dari scmp.com, Rabu (30/12/2015).

Sun yang berstatus sebagai guru penganti itu dilaporkan tak hanya menjual tetapi juga punya kemampuan untuk menanam dengan cara khusus kemudian mengedarkan.

Dia otomatis jadi tersangka utama dalam lingkaran distribusi ganja yang kabarnya diedarkan diseluruh negara dengan beberapa tersangka lain yang sudah ditangkap.

Polisi khusus kota Shouguang, Provinsi Shandong menempatkan guru itu dalam tahanan selama delapan bulan untuk penyelidikan.

Sun adalah lulusan dari Universitas Jilin dengan jurusan pertanian, ia diduga menggunakan pengetahuan tentang pertanian untuk menanam ganja di sebuah flat sewaan di kota.

Setelah panen, dia menyimpan kemudian dikemas layaknya obat-obatan sebelum mengirimnya ke provinsi lain.

Sedangkan temuan 13 kg ganja di flat lengkap dengan perlengkapannya diketahui berasal dari Kanada dan provinsi Guangxi.

Sun adalah satu di antara 23 tersangka lain yang ditahan terkait penyelidikan kasus itu, dan polisi mempercayai jaringan mereka menjual kepada mahasiswa setidaknya di 37 universitas di 16 provinsi.

Pada proses penyelidikan, pihak berwenang telah menyita lebih dari 200 kg ganja, polisi juga mengatakan Sun bekerja sama dengan 10 distributor utama.

Tak tanggungtanggung, jaringan mereka juga menggunakan murid sekolah menengah, berusia 16, dari provinsi Heilongjiang.

Kasus itu terungkap, ketika Polisi Wenzhou di Provinsi Zhejiang Timur melakukan penyelidikan pada Mei 2015 setelah tahu ada info tentang ganja dalam jumlah besar.

Pembeli dan penjual menggunakan nama kode seperti "brosur" dan "pilot" untuk membahas penawaran via online menggunakan grup khusus.

Setelah kesepakatan tercapai, ganja dikemas diber label sebagai daun teh atau cokelat untuk mengelabuhi dan mengirimnya melalui jasa pengiriman. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved