Pusam Bungkam Mutiara Hitam

PBFC yang bermain tanpa winger andalannya, Terens Puhiri, lebih fokus mengamankan areanya, sembari sesekali melakukan serangan balik cepat.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: oda
tribun timur/muhammad abdiwan
Suasana pertandingan antara Pusamania Borneo FC melawan Persipasi Bandung Raya (PBR) saat pertandingan perdana babak penyisihan Group D Piala Presiden di Stadion Mattoanging Gelora Andi Mattalatta Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/8). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Salah satu klub raksasa tanah air, Persipura Jayapura, secara mengejutkan harus mengakui keunggulan Pusamania Borneo FC (PBFC) melalui drama adu penalty, dalam lanjutan babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman, pada Sabtu (19/12/2015), di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Kekalahan dari Arema Cronus di laga pertamanya Minggu (13/12/2015) lalu, membuat Persipura mau tak mau harus memenangkan laga ini guna mengamankan asanya untuk menembus babak semi final.

Memburu poin penuh, Persipura Jayapura langsung menggebrak sejak dimulainya laga. Pergerakan striker muda Kristoper Sibi yang didukung gelandang eksplosif asal Argentina, Robertino Pugliara, beberapa kali mampu merepotkan pertahanan PBFC.

Sementara PBFC yang bermain tanpa winger andalannya, Terens Puhiri, lebih fokus mengamankan areanya, sembari sesekali melakukan serangan balik cepat. Namun, strategi tersebut malah mampu lebih dulu membuahkan hasil.

Pada menit 37, kesalahan Ricardo Salampessy yang menyentuh bola di kotak terlarang, berbuah hadiah penalty untuk PBFC.

Gelandang asal Montenegro, Srdjan Lopicic, yang ditunjuk sebagai eksekutor, dengan dingin berhasil menaklukkan kiper Persipura, Ferdiansyah, sekaligus membawa PBFC unggul 0-1.

Namun, keunggulan PBFC tak bertahan lama, umpan silang akurat yang dilepaskan Ian Louis Kabes dari sisi kanan penyerangan Persipura, berhasil ditanduk dengan sempurna oleh Ricardo Salampessy yang berdiri bebas, membuat kedudukan menjadi imbang 1-1, pada menit 39. Sebuah gol penebus dosa bagi Ricardo tentunya.

Persipura yang pada pertengahan babak pertama memasukkan Ferinando Pahabol dan Lancine Kone, terus melancarkan serangan demi serangan ke jantung pertahanan PBFC.

Namun, higga turun minum kedudukan sama kuat 1-1 tersebut tetap tak berubah.

Memasuki babak kedua, Persipura semakin meningkatkan tekanan. Masuknya Lukas Mandowen yang menggantikan Robertino Pugliara, semakin menambah daya gedor klub besutan Osvaldo Lessa tersebut.

Tercatat, beberapa peluang emas berhasil diciptakan pasukan Mutiara Hitam, melalui Lukas Mandowen dan Lancine Kone di babak yang ke dua.

Adalah penampilan gemilang kiper Galih Sudaryono yang mampu menghambat Gerald Pangkali cs menambah torehan golnya pada pertandingan ini.

Jelang berakhirnya babak ke dua, atau tepatnya pada menit 87, Persipura harus bermain dengan 10 pemain, setelah pemain belakangnya, Fakdawer, diusir wasit, setelah mendapat kartu kuning yang ke dua.

Unggul jumlah pemain, PBFC gagal mengambil keuntungan di sisa laga. Praktis, hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedua tim tetap gagal menambah gol, sehingga harus berlanjut ke babak adu penalty.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved