Ini Prosesi Jumenengan Paku Alam X
Jumenengan tersebut rencananya digelar pada Kamis, 7 Januari 2015 di Kagungan Dalem Bangsal Sewotomo Kadipaten Pakualaman
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Panitia Jumenengan Paku Alam X telah mempublikasikan tanggal resmi Kanjeng Bendara Pangeran Harya Prabu Suryodilogo dinobatkan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X.
Jumenengan tersebut rencananya digelar pada Kamis, 7 Januari 2015 di Kagungan Dalem Bangsal Sewotomo Kadipaten Pakualaman.
KPH Kusumo Parastho selaku Penasihat Bidang Adat menjelaskan secara rinci proses jumenengan, ketika berkunjung ke Kantor Tribun Jogja, Rabu (16/12/2015).
Proses Jumeneng Dalem dimulai saat KBPH Prabu Suryodilogo mengenakan busana kebesaran Adipati di Gedung Maerakaca. Selanjutnya, pria yang akrab disapa Mas Bimo tersebut akan sumene di Pendapa Sewarengga.
"Beliau berjalan menuju Witana, yakni teras dari pendapa Sewarengga menuju dalem ageng Prabasuyasa. Di sana beliau diberi kelengkapan karset (kalung) dan cincin kagungan dalem," jelas Kusumo.
Selanjutnya, Mas Bimo berjalan ke arah selatan menuju bangsal Sewatama didahului kerabat dalem yang membawa tombak Kanjeng Kyai Buyut dan Kanjeng Kyai Paku Baru.
Keduanya merupakan pusaka utama Kadipaten Pakualaman yang diturunkan dari generasi ke genarasi mulai dari Paku Alam I.
"Setelah itu beliau duduk di kagungan dalem Bangsal Sewatama untuk menerima penyematan bintang atau bros kebesaran serta keris Kyai Bontit adalah simbol sebagai Adipati Pakualam yang bertahta dan berhak menyandang gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X," tandasnya.
Sementara itu, panitia telah menyiapkan daftar undangan untuk hadir dalam acara tersebut.
Mulai dari Presiden, sejumlah menteri, anggota MPR, DPR, DPD, para kepala daerah, petinggi TNI/ Polri, akademisi, tokoh masyarakat dan lain sebagainya.
Turut diundang kerabat dari Kesultanan Ngayogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kadipaten Mangkunegaran, Kraton Cirebon serta Kasultanan Goa.
"Sepekan setelah acara jumenangan, kami akan mengadakan pesta rakyat. Selain itu, jumenengan ini sendiri bisa menjadi entry point untuk mengangkat nilai sejarah kita," ungkap Raden Wedono Hasto Prakosa, Ketua Bidang Kirab.
Perwakilan panitia yang datang ke Tribun Jogja terdiri dari Raden Wedono Hasto Prakosa (Ketua Bidang Kirab), KPH Kusumo Parastho (Penasihat Bidang Adat), KRMT Indro Kimpling Suseno (Ketua III Bidang Operasional), Raden Wedono Hasto Prakosa (Ketua IV Bidang Kirab), dan Julius Felicianus (Ketua V Bidang Penelitian Buku). (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suryodilogo_djshgfjg_20151216_231024.jpg)