Persediaan Beras di DIY Surplus 120 Ton

Sampai akhir tahun kita masih surplus. Kemarin Selasa (1/12/2015) saya melakukan pantauan, di wilayah Sleman barat, banyak yang panen

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
www.bintang.com
Beras 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Produksi beras di DIY yang lebih besar ketimbang kebutuhan masyarakatnya, diyakini Dinas Pertanian (Distan) DIY membuat peluang pengusaha besar melakukan kecurangan semakin kecil.

Terlebih dalam kebutuhan beras masyarakat DIY disuplai oleh petani DIY dan sekitarnya.

Kepala Distan DIY, Sasongko mengatakan, pada Selasa (1/12/2015) lalu pihaknya melakukan pemantauan di sejumlah lokasi di DIY.

Pada kesempatan tersebut, dia menemukan sawah di Sleman bagian barat sedang panen. Hal ini meyakinkannya bahwa persediaan beras di DIY hingga akhir akhir tahun bahkan Februari 2016 masih aman.

“Sampai akhir tahun kita masih surplus. Kemarin Selasa (1/12/2015) saya melakukan pantauan, di wilayah Sleman barat, banyak yang panen. Januari Februari 2016, Kulonprogo panen. Sambung menyambung. Hingga Februari 2016 persediaan aman,” ucap Sasongko kepada Tribun Jogja, Rabu (2/12).

Dia menuturkan, produksi gabah di DIY selama setahun sekitar 923 ribu ton. Dari jumlah tersebut yang dikonversi menjadi beras menurut surveinya di tempat penggilingan sebanyak 62%.

Sehingga dalam setahun, produksi beras di DIY sebesar 572.260 ton.

Sementara untuk kebutuhan masyarakat di DIY, lanjut Sasongko sebanyak 350 ribu ton. Sehingga persediaan beras di DIY dapat dikatakan surplus.

Pun menurutnya, persediaan lebih tersebut oleh petani dijual di DIY hingga ke luar daerah.

“Jumlah sawah yang ada sekarang masih mencukupi kebutuhan masyarakat DIY. Jadi tidak usah khawatir untuk persediannya di Jogja,” sambung dia.

Saat disinggung mengenai peluang pengusaha besar bermain curang, pihaknya mengatakan bahwa peluang terjadinya kecil.

Sebab biasanya hal tersebut terjadi di tempat yang produksi berasnya tidak mencukupi dan melakukan impor beras dari luar daerah.

Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY, Baskara Aji menyebut, dalam meredam gejolak harga beras menjelang Natal dan tahun baru, termasuk di dalamnya mengantisipasi pedagang curang, pihaknya mengadakan Operasi Pasar Murni (OPM). OPM itu terlah dilaksanakannya sejak akhir November 2015 lalu.

“Belajar dari pengalaman, menjelang Natal dan tahun baru biasanya terdapat gejolak harga beras. Makanya kami mengadakan OPM untuk bisa menekan apabila harga beras naik,” ucap Aji, sapaan akrabnya.

Pun dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, Aji optimis DIY tidak akan menggunakan beras impor. Menengok persediannya yang surplus.

Selain itu diharapkannya surplus beras tersebut dapat membuat harga beras di pasar tidak melambung.

“Karena biasanya harga naik karena persediaan tidak sepadan dengan permintaan. Jika surplus seperti ini, diharapkan harga beras tetap normal walaupun menjelang Natal dan tahun baru,” tukasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved