Realtime News

Dinas Siapkan Fogging Antisipasi DBD

Untuk pencegahan, dinas melaksanakan kegiatan preventif berupa fogging di wilayah endemis DBD yang ada di 14 kecamatan.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/ Yoseph Hary W
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan Gunungkidul mewaspadai penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama pergantian musim.

Untuk pencegahan, dinas melaksanakan kegiatan preventif berupa fogging di wilayah endemis DBD yang ada di 14 kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan kasus DBD menjadi perhatian serius karena tahun lalu mengakibatkan korban jiwa.

Untuk mencegah penularannya, dinas melakukan fogging sebelum masa penularan (VSMP)terjadi.

Kegiatan fogging ini akan dilakukan di 14 kecamatan yang selama ini menjadi wilayah endemis DBD.

Dinas melakukan pemetaan wilayah mana saja yang selama tiga tahun terakhir selalu terjadi kasus DBD.

" Jadi sebelum ada kasus DBD, kita rencananya akan melakukan kegiatan fogging supaya tidak terjadi kasus,”katanya, Minggu (22/11/2015).

Melalui program VSMP ini diharapkan kasus DBD yang biasanya merebak saat musim penghujan bisa ditekan, bahkan kalau bisa tidak menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Namun demikian, VSMP ini menurut Sumitro bukan satu-satunya kegiatan untuk pencegahan DBD.

Upaya yang paling efisien dan tepat untuk pencegahan adalah dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Warga diimbau untuk melaksanakan program PSN baik dengan gerakan 3M maupun menjalankan pola hidup sehat.

“Upaya yang paling efisien untuk mencegah adalah dengan PSN dengan mulai dari lingkungan rumah. Dengan PSN, otomatis bisa meminimalisir perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD,” jelasnya.

Selain DBD, menurut Sumitro selama musim penghujan ini warga perlu mewaspadai penyakit lepstospirosis.

Penyakit yang disebarkan melalui air kencing tikus ini biasanya muncul saat musim penghujan datang, terutama melalui genangan-genangan air yang tercemar bakteri lepstospira.

“Masyarakat perlu kita ingatkan untuk mewaspadai dua penyakit tersebut,” imbuhnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved