Berburu Koleksi Hingga ke Luar Kota, Pria Sleman Ini Mampu Jual Barang Antik ke Luar Negeri

Satu rujukan penjual barang kuno di DIY berada di Sleman, tepatnya Jalan Besole Raya nomor 19 A, Gamping, Sleman.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Anton menunjukkan sejumlah koleksi barang antik dagangannya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Semakin tua usia benda dan langka, maka nilainya pun semakin tinggi. Kini banyak orang mencari benda antik untuk sekadar hobi ataupun menghiasi rumah mereka.

Tak sedikit kafe yang kini juga memilih bergaya kuno atau vintage untuk menarik pengunjung.

Satu rujukan penjual barang kuno di DIY berada di Sleman, tepatnya Jalan Besole Raya nomor 19 A, Gamping, Sleman.

Adalah Anton (42), pecinta barang antik yang memiliki showroom Barang Bekas dan Klitikan (Babe Kelik).

Sesuai namanya, toko tersebut berisi berbagai macam barang antik dari dalam dan luar negeri. Begitu memasuki bangunan seluas 398 meter persegi, para tamu langsung disuguhkan ribuan barang antik berbagai jenis dan ukuran.

Mulai dari hiasan dinding, patung, barang elektronik kuno, buku, mebel, lukisan, hingga barang pecah belah.

Tak hanya itu, Anton juga menyimpan banyak barang antik yang terbuat dari besi dan kayu di dua gudang penyimpanannya.

Saat dijumpai wartawan Tribun Jogja belum lama ini, Anton menceritakan kecintaan barang antik lantaran ia tumbuh di keluarga besar yang juga penyuka barang-barang jadul.

Akan tetapi, dulu keluarganya hanya mengoleksi barang yang berbahan kayu dan porselen.

Hidup di kalangan pecinta barang antik, membuat Anton muda juga kerap berburu barang-barang itu. Akan tetapi, lantaran masih pemula, ia hanya menjual barang tersebut kepada pamannya saja.

Sejak 2,5 tahun silam, kecintaannya kepada barang antik membuncah dan akhirnya ia mendirikan toko barang antik tersebut.

Bapak dua putri ini mengatakan untuk menekuni usaha ini harus diawali dengan rasa cinta dan mau repot membersihkan barang-barang antik yang akan dijual. Perawatannyapun harus dengan hati-hati layaknya merawat anak sendiri.

Bagi pria yang sekarang akrab disapa Babe ini, berjualan barang antik juga sekaligus merawat bumi yang makin tua.

"Bumi ini sudah kotor, kalau banyak produksi barang baru apa jadinya perut bumi. Kasihan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved