Melihat Aktivitas Pengasuhan Balita Di PSAA Bimo

Menengok lebih dalam, tangis dan gelak tawa bayi menghiasi ruangan Wisma Balita. Tidak hanya satu, namun beberapa bayi yang berumur kurang dua tahun.

Penulis: ang | Editor: oda
tribunjogja/anggapurnama
Balita sedang bermain di Wisma Balita PSAA Bimo, Bimomartani, Ngemplak, Selasa (17/11). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA. COM, SLEMAN - Suasana kompleks Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Bimo, Bimomartani, Ngemplak tampak lengang, Selasa (17/11/2015).

Hal ini lantaran sebagaian besar anak-anak yang diasuh di fasilitas negara ini sedang pergi ke sekolah masing-masing.

Menengok lebih dalam, tangis dan gelak tawa bayi menghiasi ruangan Wisma Balita. Tidak hanya satu, namun beberapa bayi yang berumur kurang dua tahun berada dalam satu ruangan sekaligus.

Bayi-bayi yang masih polos tersebut merupakan tanggungan pengasuhan dari intansi yang merupakan kepanjangan tangan dari Dinas Sosial DIY itu.

Hingga saat ini, orangtua dari beberapa bayi yang diasuh di PSAA Bimo tidak jelas keberadaanya. Bahkan, ada bayi yang dinamai pihak panti lantaran tidak ada kejelasan siapa orantuanya.

"Kami namai Bimo, seperti nama panti. Saat diserahkan kepada kami, tidak ada pesan untuk menamai anaknya. Saat diterima masih sangat kecil," ungkap Kepala PSAA Bimo, Endang Iriyanti.

Saat ini PSAA mengasuh 10 bayi yang berumur kurang dari dua tahun dan lima balita. Selain itu, di panti itu juga terdapat puluhan anak-anak yang berusia kurang dari 18 tahun.

Ia menjelaskan pengasuhan balita baru digelar di tahun ini. Hal ini menyusul adanya Peraturan Menteri Sosial (Permensos) No.33 tentang Standar Pengasuhan Anak, PSAA tidak menerima pengasuhan anak dengan alasan masalah ekonomi keluarga.

"Untuk anak dengan latar belakang masalah ekonomi, kami serahkan kembali kepada keluarga. Namun pendampingan tetap kami berikan," kata dia.

Endang menjelaskan bayi dan balita yang ada di PSAA merupakan rujukan dari Dinsos DIY. Baik dari hasil penjangkauan maupun yang diserahkan oleh orangtua lantaran berbagai masalah.

"Ada beberapa bayi yang orangtuanya kami ketahui, namun lantaran alasan keamanan tetap diasuh di sini. Seperti bayi yang dari anak berkebutuhan hukum (ABH), keluarganya belum bisa menerima," ujarnya.

Ia menambahkan sudah ada beberapa orang yang menawarkan diri untuk mengadopsi anak asuh di PSAA. Namun pihaknya harus melakukan melakukan seleksi pengadopsi, termasuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan.(tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved