Serangan Berdarah di Paris
Dua Hari Pascaserangan Berdarah, Perancis Bombardir Suriah
Perancis menargetkan untuk menggempur Raqqa lantaran tempat ini diklaim ISIS sebagai basis pergerakan mereka.
TRIBUNJOGJA.COM, PARIS - Jet tempur Perancis melakukan serangkaian serangan udara ke Kota Raqqa, Suriah pada Minggu (15/11/2015) waktu setempat.
Informasi resmi sebagaimana dilansir CNN menyebutkan bahwa ini merupakan serangan yang serius dengan kekuatan yang cukup besar.
Adapun serangan ini dilakukan dua hari pascaserangan berdarah yang terjadi di sejumlah tempat di Paris pada Jumat (13/11/2015) kemarin. Terutama setelah munculnya klaim bahwa serangan itu dilakukan oleh ISIS.
Perancis sendiri menargetkan untuk menggempur Raqqa lantaran tempat ini diklaim ISIS sebagai basis pergerakan mereka.
Juru publikasi untuk kementerian pertahanan Perancis, Mickael Soria, mengatakan serangan dengan kekuatan 10 unit jet tempur itu berhasil meluluhlantakan pusat komando, pusat perekrutan, gudang senjata serta kamp pelatihan.
Sementara media yang diklaim milik ISIS mengatakan bahwa tidak ada korban dalam serangan tersebut. Lantaran tempat yang dibombardir itu sudah lama ditinggalkan. (*)
