17 Kecamatan di Sleman Rawan Angin Ribut
Memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, warga Sleman dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, warga Sleman dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya pergantian musim tersebut biasanya diiiringi bencana musiman.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Juli Setiono Dwi Wasito mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan terdampak bencana.
Adapun bencana yang paling sering terjadi saat masa pancaroba antara lain angin ribut, sambaran petir, tanah longsor, dan banjir.
“Yang paling sering adalah angin ribut. Potensinya ada di 17 kecamatan,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/11/2015).
Menurutnya dengan kondisi geografis Kabupaten Sleman yang sebagian besar berupa lembah, sangat memungkinkan menjadi titik pertemuan angin. Kondisi itu membuat bencana angin ribut sulit diprediksi.
“Sleman diapit oleh pegunungan, sehingga sangat memungkinkan terjadi angin kencang karena adanya pertemuan angin dari beberapa titik,” katanya.
Meski sulit diprediksi, Juli mengatakan masyarakat dapat mengenali tanda-tanda alam yang berpotensi terjadinya angin ribut. tanda-tanda awal terjadinya angin ribut antara lain terjadinya gumpalan awan pekat disertai perubahan suhu yang signifikan.
Terlebih jika pagi hingga siang panas menyengat tapi menjelang sore cuaca berubah menjadi mendung dan berpotensi hujan.
“Jika mengetahui tanda-tanda tersebut, warga harap mengurangi aktifitas di luar ruang lantaran angin ribut dapat sewaktu-waktu terjadi. Sementara, jika sudah terjadi angin ribut, warga diminta berlindung di dalam rumah atau bangunan yang kokoh,” katanya menjelaskan.
Ia menambahkan BPBD juga sudah mulai melakukan mitigasi bencana angin ribut. Upaya yang dilakukan adalah dengan memangkas dahan pada pohon perindang di sisi jalan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko saat terjadi angin ribut.
“Saya berharap masyarakat juga mengikuti langkah ini dengan memangkas dahan pohon yang sudah terlalu lebat atau menebang pohon yang sekiranya sudah lapuk dan berpotensi roboh saat diterjang angin kencang,” ungkapnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerimis-hujan-nol-kilometer_20151107_131409.jpg)