Pesan Evolusi Sikap Manusia dalam Coretan Kanvas

Ruang pameran lukisan di Liman Jawi Art House, Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang dipenuhi lukisan bercorak kubistik hingga dekoratif.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
tribunjogja/agungismiyanto
Januri, pelukis kubistik sedang berada di lukisannya berjudul Process yang dibuat dengan potongan kertas koran. Lukisan ini dipajang di Liman Jawi Art House, Borobudur, Minggu (1/11). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ruang pameran lukisan di Liman Jawi Art House, Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang dipenuhi lukisan bercorak kubistik hingga dekoratif, Minggu (1/11/2015) siang.

Lukisan ini menyita perhatian sejumlah pengamat seni hingga penikmat lukisan yang hadir memenuhi undangan pembukaan pameran dua pelukis idealis ini.

Bukan hal yang muluk-muluk ketika Januri dan rekannya Katirin menangkap adanya evolusi dari perilaku hidup manusia.

Akhir-akhir ini, penyebaran informasi yang begitu cepat, serba online, dan tak disaring berpengaruh pada pola hidup manusia.

Kondisi ini pun, cukup mempengaruhi interaksi manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan juga manusia sebagai pribadi yang bebas.

Hal itu cukup mempengaruhi karya Januri yang merupakan alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 2005.

Januri melalui karyanya yang cukup menarik berjudul “Process” menampilkan sebuah lukisan Acrylic on Canvas yang cukup kreatif.

Betapa tidak, dia menggunakan teknik deformatif dan kolase yakni menempelkan kertas koran di media kanvas.

Dari lukisan dengan teknik unik ini, Januri kemudian melukis pesan “Evolusi” yang terjadi dalam hidup.

Di media kanvas sekira 200 x 300 sentimeter ini, dia melukis tokoh manusia, alam, dan juga kerusakan yang terjadi pasca informasi berkembang pesat. Lukisan ini dia garap selama sepekan.

“Saya ingin menyampaikan kuatnya teknologi informasi akhir-akhir ini, cukup berpengaruh pada kehidupan manusia. Termasuk juga derasnya informasi melalui media sosial dan online cukup membuat manusia lebih berubah, bisa ke arah positif bisa juga negatifnya, tergantung individu untuk menyikapinya,” katanya kepada Tribun Jogja, di sela-sela pembukaan pameran ini.

Mengenai tema evolusi, dari 12 karyanya, dia berupaya untuk mengartikan evolusi sebagai sebuah perubahan dalam diri manusia. Bagaimana manusia bertahan hidup pun bisa mengalami evolusi.

“Evolusi juga bisa saya artikan sebagai strategi menjaga hidup. Dalam hidup manusia ini, diperlukan sebuah perubahan dan pembaharuan. Termasuk, 12 karya saya ini adalah karya terbaru dari saya,” jelas pelukis yang juga sempat berpameran di China ini.

Pemilik Liman Jawi Art House, Umar Chusaeni menjelaskan, ada 30 karya yang dipamerkan dalam pameran ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved