Cabup Berebut Simpati Warga Lewat Debat
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menggelar debat calon bupati di Bangsal Sewokoprojo Wonosari.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menggelar debat calon bupati dengan tema pembangunan ekonomi daerah, ketahanan pangan yang berwawasan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Sabtu (31/10/2015).
Dalam debat yang dimoderatori oleh Wasingatu Zakiyah dari Institute for Development and Economic Analysis (Idea) tersebut, seluruh calon bupati menyatakan siap untuk membawa Gunungkidul menjadi lebih baik lagi.
Debat diawali penyampaian yel-yel oleh pendukung masing-masing pendukung calon. Meski jumlah pendukungnya dibatasi, nyanyian yel –yel yang disampaikan oleh para pendukungmembuat suasana debat menjadi meriah.
Setelah menyanyikan yel-yel, satu persatu calon bupati langsung menyampaikan visi dan misinya untuk membawa Gunungkidul menjadi lebih baik.
Calon bupati nomor urut I, Badingah menyiapkan empat program utama yakni pemantapan pengelolaan pariwisata yang profesional, peningkatan infrastuktur, pengembangan sektor-sektor unggulan daerah serta pengelolaan dan perlindungan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Dengan mengembangkan pariwisata, akan ada efek berkelanjutan bagi perekonomian. Baik pelaku ekonomi bawah, penguatan sektor industri serta sektor lain. Untuk kembangkan pariwisata, harus kita kembangkan kelembagaanya, tingkatkan sumber daya manusianya serta melakukan penataan kawasan wisata,” kata Badingah.
Calon bupati nomor urut 2, Benyamin memiliki program kerja dengan sebutan Dalan Ombo Banyu Roto. Visi tersebut akan dituangkan dalam seluruh sektor sehingga Gunungkidul akan menjadi lebih baik lagi.
Dengan pembangunan infrastruktur terutama jalan, calon dari jalur independen ini optimis Gunungkidul akan berkembang pesat.
“Kita akan implementasikan visi Dalan Ombo Banyu Roto dalam semua bidang. Dengan semakin membaiknya infrastruktur jalan dan air, dengan kenyataan bahwa Gunungkidul itu cantik dan indah, maka orang akan semakin banyak datang ke Gunungkidul,” ucapnya.
Sementara calon bupati nomor urut 3, Djangkung Sudjarwadi memiliki program untuk mengembangkan sektor pertanian.
Jika terpilih menjadi bupati, bersama pasangannya Endah Subekti Kuntaringsih akan mengembangkan tanaman jagung yang nantinya bisa dikembangkan untuk bahan baku bio etanol.
Sedangkan untuk pembangunan, Djangkung juga akan berusa semaksimal mungkin menarik investor masuk ke Gunungkidul. “Tidak hanya investor lokal, namun juga nasional dan internasional, ”ucapnya.
Sedangkan calon bupati nomor urut 4, Subardi TS juga menyampaikan hal yang sama. Pihaknya akan mengembangkan sektor pertanian dengan cara menjaga kestabilan harga pascapanen.
Sementara di sektor pariwisata, akan memaksimalkan potensi yang ada sehingga bisa berkembang pesat sekaligus menjadi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
"Menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan mesin ekonomi. Meski ada program pengembangan pariwisata, diambil pula langkah melestarikan budaya dan Rencana Tata Ruang Wilayah," ujar Subardi. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pilkada-serentak-2015_20150908_160231.jpg)