Ekspor Kentang Dieng Naik Drastis

Sejumlah tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Jawa Tengah mampu menembus pasar ekspor

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sejumlah tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Jawa Tengah mampu menembus pasar ekspor.

Bahkan, minat pasar ekspor terhadap produk hasil pertanian yang dikembangkan oleh petani di Jawa Tengah ini menjadi salah satu primadona di pasaran dunia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hotikulturan Jawa Tengah, Suryo Banendro menjelaskan, ada 18 tanaman hortikultura yang mampu menembus pasar ekspor di sejumlah negara Asia, Eropa dan Timur Tengah.

"Ada 18 tanaman hortikultura yang saat ini memiliki daya saing menembus pasaran ekspor. Seperti, sledri, cabai, bawang merah, pepaya, salak, mangga, kentang, dan lainnya," ujarnya, di sela-sela kegiatan Soropadan Agro Expo, akhir pekan lalu.

Beberapa negara pengimpor produk tanaman dari Indonesia itu antara lain, Singapura, Malaysia, Thailand, Abu Dhabi. Sementara, produk beras organik juga diekspor hingga negara di Eropa seperti Jerman dan Belgia.

"Yang paling mencolok pertumbuhan ekspornya adalah kentang dari Wonosobo ukuran L. Dimana, tahun 2014 mencapai angka ekspor 37,4 ton, saat ini sudah mencapai 625 ton," katanya.

Dia menambahkan, kentang asal Gunung Dieng ini cukup diminati pasaran ekspor karena kualitasnya. Negara pengimpor antara lain, Singapura.

Beberapa tanaman hortikultura lain yang juga diminati pasar ekspor adalah Buncis Prancis, dari Sumowono, Kabupaten Semarang.

"Selain komoditas tanaman pangan, bunga melati dari Jateng juga mampu tembus pasar ekspor seperti, India, Thailand, Malaysia, dan Singapura,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved