Warga Kesal, Puskesmas Terlantar Pasien hingga Meninggal
Kekesalan itu didasari pelayanan buruk dari puskesmas yang mengakibatkan sulitnya pasien untuk mendapat rujukan jika harus ke RS.
Penulis: apr | Editor: oda
"Kita ingin pelayanannya ditingkatkan," ujarnya.
Kepala Puskesmas Banguntapan II, Sugondo mengakui memang pelayanan puskesmasnya belum maksimal, namun permasalahan ambulans yang tidak bisa segera dipakai dalam kasus-kasus minggu ini menurutnya lebih, karena adanya protap (prosedur tetap) yang harus dilalui untuk penggunaan ambulans.
"Penggunaan ambulans harus sesuai protap, menunggu pemeriksaan, obat, infus, dan lainnya, dan harus telepon RS dulu, kalau seandainya tidak telepon dulu, di sana bisa ditolak kalau penuh, itu masalah kami kenapa tidak bisa cepat," tuturnya.
Pihaknya memahami tuntutan masyarakat agar pelayanan puskesmas bisa cepat, namun puskesmas juga memiliki masalah seperti kurangya SDM khususnya sopir ambulans yang hanya satu namun harus bersiap selama 24 jam, juga prosedur yang harus dijalani untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.
"Setelah ini kebijakan kami akan sedikit melonggarkan protap yang ada, akan kita lompati demi menuruti kebutuhan pasien," tuturnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-puskesmas_20150410_185807.jpg)