Breaking News:

Pilkada Sleman

Apakah Suara Gerindra Sleman Terpecah?

Padahal partai berlambang kepala garuda saat ini merupakan partai pengusung pasangan Yuni Satia Rahayu dan Danang Wicaksana Sulistya bersama PDIP

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Munculnya atribut Partai Gerindra dalam aksi unjuk rasa yang digelar Tim Santun di Kantor DPRD Sleman, Senin (19/10/2015) seolah mengindikasikan pecahnya suara partai tersebut di dalam Pilkada 2015.

Padahal partai berlambang kepala garuda saat ini merupakan partai pengusung pasangan Yuni Satia Rahayu dan Danang Wicaksana Sulistya bersama PDIP.

Namun hal tersebut ditampik oleh kalangan DPC Gerindra Sleman.

Sekretaris DPC Gerindra Sleman, M Arif Priyo Santosa mengatakan pihaknya menegaskan tidak ada perpecahan dalam tubuh Gerindra dalam memberikan dukungan pasangan calon.

Sesuai dengan rekomendasi DPP Partai Gerindra, dukungan dari Gerindra Sleman diberikan kepada Yuni-Danang.

"Rekomendasi ini merupakan instruksi yang harus ditaati oleh struktural maupun kader partai hingga tingkat ranting. Kondisi dukungan yang diberikan juga sudah mutlak dan solid," paparnya saat ditemui di Kantor DPC Gerindra Sleman, Selasa (20/10/2015).

Menurutnya munculnya dukungan dari kader Gerindra di tengah aksi yang digelar Tim Santun dinilai ilegal. Hal tersebut lantaran kader yang ikut dalam unjuk rasa itu telah dipecat keanggotaannya.

"Pernyataan itu diungkapkan oleh oknum kader yang sudah dipecat oleh partai. Sehingga pernyataanya tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Arif menjelaskan setidaknya ada beberapa orang mantan struktural PAC Gerindra yang ikut dalam unjuk rasa tersebut. Kesemuanya telah dipecat dan tidak lagi aktif dalam kegiatan partai.

Terkait adanya klaim bahwa oknum tersebut masih mengantongi SK sebagai struktural PAC, Arif mengungkapkan hal tersebut telah digugurkan dengan terbitnya SK baru yang dikeluarkan DPC Gerindra untuk pengurus yang baru.

"Pemecatan dilakukan sejak 2014, karena yang bersangkutan telah melanggar AD/ART partai," katanya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved