Takut Dirusak Oknum Ormas, Warung Dum dan Dar Dibongkar
Pemilik lahan yang ditempati pasangan sejenis Dar dan Dum, mengaku telah bersepakat untuk membongkar warung yang berada di depan rumahnya.
Penulis: pdg | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, BOYOLALI - Muhammad Jupri (40) pemilik lahan yang ditempati pasangan sejenis Dar dan Dum, mengaku telah bersepakat untuk membongkar warung yang berada di depan rumahnya di Kampung Wates, Kelurahan Mojosongo, Kamis (15/10/2015) lalu.
Hal itu dilakukan karena khawatir dengan dampak yang ditimbulkan, jika keduanya masih berjualan di tempat tersebut.
"Sudah ada kesepakatan dengan Dum untuk membongkar warung yang selama ini berdiri di lahan kami. Kalau masih berdiri disini, saya khawatir malah nantinya dirusak oleh oknum ormas yang tidak senang dengan kabar bahwa keduanya pernah tasyakuran hanya saja kabarnya seperti pernikahan," ucap Jupri, Sabtu (17/10/2015).
Sebelumnya diberitakan, Dum dan Dar yang merupakan sesama laki-laki menggelar tasyakuran keberhasilan usaha warung di Dusun Gegermoyo, Desa Cluntang, Kecamatan Musuk-Boyolali, Sabtu (10/10/2015).
Namun demikian, dalam acara tersebut Dar alias Ratu Airin Karla yang merupakan waria berdandan mengenakan kebaya lengkap, dengan untaian mawar. Sementara Dum memakai setelan jas.
Pada acara tersebut, keduanya didudukan pada sebuah kursi layaknya bak seorang pengantin. Karla yang sempat ditemui Tribun Jogja, Senin (12/10/2015) menampik bahwa hal tersebut merupakan sebuah pernikahan.
"Tidak ada kata-kata perkawinan, itu hanya wujud rasa syukur kami atas keberhasilan usaha warung kami. Maka dari itu kami memutuskan untuk tasyakuran. Selain itu, pada acara tersebut tidak ada penghulu maupun buku nikah," katanya beberapa saat lalu.
Seminggu berselang, peristiwa itu mengundang aksi massa yang menamakan diri Forum Organisasi Islam berunjuk rasa didepan Gedung DPRD Boyolali, Jumat (16/10/2015) siang.
Disaat yang hampir bersamaan, warung makan milik Karla dan Dum juga mengalami pembongkaran.
Jupri membenarkan, memang pembongkaran warung terjadi pada Jumat siang. Namun hal tersebut tidak bersangkutan dengan demonstrasi yang ada di DPRD. Menurutnya, semua pelaksanaan telah disetujui oleh pemilik bangunan.
"Bahkan yang punya warung setelah berembug dengan kami, sempat membantu pembongkaran. Kemudian barang-barangnya pun kemudian diangkut menuju rumah Dar dengan menggunakan kendaraan bak terbuka milik mereka sendiri. Tidak ada apa-apa, semuanya berjalan dengan damai," imbuh Jupri.
Seperti Keluarga
Sumisih (35) yang merupakan istri Jupri mengatakan, jauh sebelum kabar "pernikahan" itu berembus Dum dan Dar dikenal sebagai sosok yang baik dan gampang bersosialisasi.
Bahkan ketika pertama kali nembung (meminta izin) berjualan di lahan milik Jupri keduanya datang dengan sopan.
"Ya kalau pertama kali datang mereka berdandan normal sebagaimana lelaki. Mereka bilang mau berjualan didepan rumah saya. Lalu saya izinkan, mereka berjualan dibawah terpal. Namun dua tahun ini mereka kemudian menyewa lahan seharga Rp 500 ribu per tahun, yang kemudian berdiri bangunan semi permanen untuk berjualan nasi dan lauk pauk," kenang Sumisih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warung-dibongkar_20151018_081114.jpg)