Ratusan Pelajar SMA/SMK Jateng Adu Roket Air dari Botol Bekas

Dua roket yang diluncurkan siswa SMA Al Azhar 14 Semarang ini, mampu melesat dan mendekati titik yang ditentukan oleh panitia

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Seorang siswa sedang meluncurkan roket air buatannya di kompetisi roket air siswa SMA/SMK se Jawa Tengah di Lapangan Rindam IV Diponegoro, Kota Magelang, Minggu (18/10) siang ini. Mereka beraksi adu jarak luncur roket air yang dibuat dari botol bekas. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Eden Candra W, nampak sumringah begitu roket air buatannya dari botol plastik minuman soda meluncur di langit lapangan Rindam IV/Diponegoro, Kota Magelang, Minggu (18/10/2015) siang.

Dua roket yang diluncurkan siswa SMA Al Azhar 14 Semarang ini, mampu melesat dan mendekati titik yang ditentukan oleh panitia.

Eden dan rekannya, Alif Hafian, memang antusias meluncurkan roket air buatan mereka.

Setelah merancang dan menguji coba selama beberapa minggu, roket buatan mereka dengan tambahan sirip yang dibuat dari kardus bekas meluncur dengan sukses.

“Mudah-mudahan poinnya dapat banyak. Kami bangga bisa membuat roket dengan bahan bekas dan murah,” ujar Eden usai meluncurkan roket tersebut.

Eden dan Alif adalah dua dari ratusan pelajar SMA/SMK se Jawa Tengah yang mengikuti kompetisi roket air yang diselenggarakan kantor Pusat Penelitian, Pengembangan dan Statistik Kota Magelang.

Ada sekitar 60 tim yang mengikuti kegiatan tersebut.

Alif, rekan Eden mengaku baru pertama kali ini mengikuti kegiatan ini.

Menurutnya, kompetisi roket air ini memacu tantangan dan perhitungan yang cermat untuk dapat meluncurkan roket hanya berbekal pompa angin, dan peralatan sederhana lainnya.

“Kami harus benar-benar bisa membaca arah angin, kemudian memperhatikan berapa mililiter air yang masuk ke dalam roket air. Baru kami menentukan kemiringan dan tekanan untuk melesatkan air ini,” kata Alif yang gemar dengan pelajaran IPA ini.

Dari dua roket air yang meluncur sukses, dia menggunakan tekanan angin antara 75 hingga 80 Psi. Sementara, air yang menjadi beban roket air itu seberat 500 mililiter.

Namun, dia menyebutkan adanya beberapa kendala di lapangan, yakni angin yang bertiup kencang.

“Kami juga sempat kesulitan mencari botol dengan material tebal untuk membuat roket ini,” katanya.

Kepala Kantor Litbang dan Statistik Kota Magelang, Siti Fatonah mengatakan, kompetisi roket air ini diadakan dalam rangka membudayakan penciptaan teknologi di kalangan pelajar.

Salah satunya roket air yang merupakan teknologi termurah dibanding roket yang asli.

“Dengan memanfaatkan barang bekas, masih banyak kreativitas yang bisa diciptakan. Apalagi sekarang sulit menjumpai anak-anak yang membuat mainan dari barang bekas. Dengan lomba roket air ini, kami memotivasi mereka kreatif,” paparnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved