Potensi Penyakit Diare di Wilayah DIY Masih Tinggi

Satu penyebabnya adaalah belum berjalannya kebiasaan bersih seperti mencuci tangan menggunakan sabun.

Penulis: ang | Editor: Muhammad Fatoni
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Diare dinilai masih menjadi masalah kesehatan yang besar di wilayah DIY.

Satu penyebabnya adaalah belum berjalannya kebiasaan bersih seperti mencuci tangan menggunakan sabun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DIY, Arida Oetami, usai peringatan Hari Cuci Tangan Dengan Sabun Internasional di RSUP Dr Sardjito, Kamis (15/10/2015).

Ia mengatakan kasus diare masih cukup tinggi dan tersebar di semua kabupaten/kota.

"Baik di perkotaan maupun di perdesaan potensinya masih besar," paparnya.

Menurutnya anak-anak menjadi kalangan yang paling rentan terkena diare. Namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga terkena diare.

"Kebanyakan karena kurang memperhatikan kebersihan diri. Sehingga banyak kuman yang membawa penyakit masuk ke dalam tubuh, salah satunya diare," katanya.

Untuk itu, pihaknya saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi pola hidup bersih baik melalui Puskesmas maupun kader kesehatan. Satu di antaranya adalah kebiasaan mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

"Cuci tangan dengan sabun dan menggunakan air mengalir dapat menekan pertumbuhan serta penyebaran kuman hingga 50 persen. Sehingga dapat membantu pencegahan penyakit," ungkapnya.

Direktu Umum RSUP Dr Sardjito, Mochammad Syafak Hanung kegiatan Peringatan Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia digelar sekaligus untuk sosialisasi kepada masyarat, terutama siswa sekolah dasar.

Hal ini lantaran kebiasaan mencuci tangan dengan menggunakan sabun harus dipupuk sejak dini.

Menurutnya kebiasaan ini sebaiknya tidak hanya dilakukan saat akan makan saja. Namun juga usai masuk di toilet atau kamar mandi.

"Kebiasaan ini sangat sederhana, namun sangat membantu mencegah penyebaran penyakit," paparnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Pemda DIY, Pemkab Sleman, dan Pemkot Yogyakarta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved