Ajang Pameran Masih Jadi Senjata Ampuh Jualan Gadget dan Komputer

Ajang pameran menjadi senjata efektif untuk mendongkrak penjualan.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
ist
Para pengunjung pameran Gadget IT Expo di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta memadati arena lelang. Pada beberapa pameran, lelang masih menjadi cara yang ampuh untuk menarik minat konsumen. Ajang pameran sendiri juga masih menjadi media efektif untuk mendongkrak penjualan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Baik perubahan tren kebutuhan hingga tekanan ekonomi menjadi tantangan untuk pengusaha terutama pengusaha gadget dan komputer.

Cukup berbeda dengan kota lain, ajang pameran menjadi senjata efektif untuk mendongkrak penjualan. Kelebihan pameran berupa penawaran berbagai program dan potongan harga menjadi daya tarik untuk masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ling Ling dari Suluh Media ketika ditemui Tribun Jogja, Selasa (13/10/2015).

Menurutnya, meski ketika ekonomi sedang lesu minat masyarakat untuk datang kemarin cukup berkurang, namun hal tersebut tidak menyurutkan minat event organizer dan toko untuk berjualan.

"Sempat ada penurunan pengunjung hingga 20 persen. Namun dalam kondisi perekonomian seperti sekarang, kami rasa tingkat kunjungan akhir-akhir ini masih cukup baik. Bahkan minat toko atau penjual lainnya untuk ikut pameran sangat baik, terbukti dari ketika pameran dimulai masih ada beberapa toko yang ingin mendapatkan stand," katanya ketika ditemui di sela acara "Gadget IT Expo" di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta.

Ling Ling mengungkapkan, untuk itulah pihaknya juga rajin menggelar pameran. Setidaknya hingga akhir tahun nanti pihaknya masih akan menggelar satu perhelatan pameran lagi pada 27 November-1 Desember 2015.

Hal ini menyusul beberapa pameran yang telah digelar sebelumnya.

Dalam satu kali perhelatan, puluhan peserta baik dari toko besar maupun kecil cukup aktif untuk berpartisipasi. Ling Ling menjelaskan, untuk perhelatan kali ini saja terdapat 30 peserta reguler dan 25 stand VIP dan spesial.

Hal ini menunjukkan pihak penyedia gadget dan komputer masih optimis melihat pasar.

"Utamanya untuk produk gadget yang trennnya terus ada karena orang ingin selalu mendapatkan perkembangan produk terbaru. Sementara untuk laptop, meskipun masih fluktuatif namun secara umum grafiknya terus naik. Hal ini disebabkan orang mulai kembali lagi dari tren penggunaan tablet ke laptop," ungkapnya tanpa menyebut secara spesifik persentase penjualan gadget dan laptop.

Mengenai lesunya pasar akibat penguatan Dollar Amerika yang terjadi beberapa waktu yang lalu, menurut Ling Ling hal tersebut sejatinya tidak terlalu berpengaruh. Sebab, ketika gadget telah menjadi kebutuhan, maka orang akan terus mencari meski harganya naik.

Mengenai penurunan jumlah pengunjung yang belakangan terasa, lanjut Ling Ling, para penyelenggara pameran umumnya telah memiliki trik tersendiri untuk menarik pengunjung.

Untuk saat ini, acara lelang produk masih menjadi andalan.

"Dibandingkan secara undian yang terasa kurang adil karena hanya menguntungkan yang sedang beruntung, lelang lebih adil karena memberi kesempatan untuk mereka yang menginginkan suatu barang. Ini lebih fair karena mereka bersaing untuk mendapatkan barang yang mereka cari dengan harga murah dan ada batasan tertentu," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved