Jualan Batik Lawas di Facebook Bisa Hasilkan Rp30 Juta Sebulan

Hanya berbekal bisnis batik lawasan, siapa sangka membuat seorang Antonius Heri Sutanto mendapatkan keuntungan yang berlimpah

Penulis: tiq | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Pristiqa Ayun
Heri Sutanto saat menunjukkan salah satu batik lawasan dagangan miliknya. Ia mengaku mampu meraup hingga puluhan juta per bulan dengan bisnis batik lawasan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Hanya berbekal bisnis batik lawasan, siapa sangka membuat seorang Antonius Heri Sutanto mendapatkan keuntungan yang berlimpah.

Pemilik Farrel Batik And Craft ini mengaku bisa meraup untung hingga puluhan juta per bulannya.

Heri mengaku sudah selama empat tahun menggeluti bisnis ini. Ia menjual batik lawasan dagangan miliknya via online lewat akun facebook Lukis Batik miliknya.

Sebab ia memang tidak memiliki showroom. Namun justru karena berjualan via online itulah, pelanggannya tak hanya terbatas dari Yogyakarta saja.

Selain itu, berjualan secara online juga menjadi salah satu solusi atas keterbatasan lahan dan modal untuk membuat showroom.

"Bisnis batik lawasan sebenarnya bisnis yang cukup menguntungkan. Karena masih sangat jarang, apalagi yang berjualan via online. Per bulannya omzet yang saya dapat bisa mencapai Rp30 juta per bulan," kata Heri saat ditemui di Pergelaran Keraton Yogyakarta dalam acara pameran batik, Minggu (4/10/2015) lalu.

Warga Kampung Taman Kecamatan Keraton ini mengatakan 75 persen pelanggannya justru berasal dari Jakarta. Sedangkan sisanya dari kota-kota lain di Indonesia, termasuk Yogyakarta sendiri.

Bahkan ia mengungkapkan pernah melakukan pengiriman batik lawasan ke New York.

Rata-rata pelanggan batik lawasan merupakan kolektor batik. Sebab meski harga yang ditawarkan oleh Heri selangit, namun bukan masalah bagi para pelanggan setianya.

Harga batik lawasan yang dijual Heri biasanya mulai dari Rp550 ribu hingga ada yang belasan juta.

Bahkan, Heri mengaku pernah menjual batik lawasan yang sudah berumur satu abad. Tak tanggung, ia berhasil menjual batik tersebut hingga Rp16 juta rupiah.

Menurutnya, batik tersebut merupakan milik orang kaya di tahun 1900an.

"Dulunya batik memang merupakan barang mewah. Batik juga hanya dimiliki orang-orang tertentu saja, dan biasanya orang kaya," jelasnya.

Kualitas Bagus

Meski lawas dan bekas pakai, namun Heri menjamin batik lawasan yang dijualnya masih memiliki kualitas yang sangat bagus walaupun usianya sudah mencapai puluhan bahkan ada yang ratusan tahun.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Tags
batik
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved