Ini 12 Finalis Lomba Taman Herbal BEJO

Lomba Taman Herbal BEJO yang diprakarsai oleh PT Bintang Toedjoe telah menetapkan 12 besar finalis

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lomba Taman Herbal BEJO yang diprakarsai oleh PT Bintang Toedjoe telah menetapkan 12 besar finalis.

Mereka adalah Desa Bendungan (Karangmojo, Gunung Kidul), Kelurahan Demangan (Gondokusuman, Yogyakarta), Kelurahan Keparakan (Mergangsan, Yogyakarta), Desa Margoluwih (Seyegan, Sleman).

Kemudian Desa Hargobinangun (Pakem, Sleman), Desa Sendangtirto (Berbah, Sleman), Desa Nogotirto (Gamping, Sleman), Desa Hargorejo (Kokap, Kulon Progo), Desa Terong (Dlingo, Bantul).

Ada juga Desa Tamanan (Banguntapan, Bantul), Desa Bangunharjo (Sewon, Bantul), dan Desa Ngestiharjo (Kasihan, Bantul).

Finalis yang berasal dari TP PKK Desa/ Kelurahan Se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini nantinya akan ditinjau Tim juri yang datang ke lokasi secara langsung.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menentukan juara 1 hingga 12 yang dilangsungkan pada tanggal 8, 11, 14, dan 15 Oktober 2015 mendatang.

Tim juri yang bertugas melakukan penelitian terdiri dari Prof Dr Ir Agnes Murdiati, MS (Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada), Ir Purwatiningsih (Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian DIY), Ir Indiyah Widiningsih (Kepala Bidang Keindahan, BLH Kota Yogyakarta), dr Siswatiningsih, SU (Wakil Ketua 4 TP PKK DIY), dan Ir Asyantini, MM (Wakil Ketua 3 TP PKK DIY).

Ir Purwatiningsih menuturkan, jika Indonesia adalah penghasil rempah terlengkap di dunia.

Oleh karena itu penduduknya harus bisa memanfaatkan sumber hayati itu untuk menjaga kesehatan keluarga dengan menjaga tradisi nenek moyang dalam menggunakan bahan rempah yang dimiliki Nusantara.

"Melalui taman herbal BEJO ini, kita kembangkan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan keluarga kita," ujarnya kepada Tribun Jogja.

Sementara itu, Ir Indiyah Widiningsih menjelaskan jika pemanfaatan tanah pekarangan untuk penghijauan atau lahan kosong di lingkungan rumah penduduk akan bermanfaat pada masyarakat.

"Dari sisi fungsi ekonomi ada dampaknya juga. Kita tidak perlu membeli empon-empon untuk kebutuhan keluarga dan juga berpotensi untuk meningkatkan pendapatan keluarga," ungkap Indiyah.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, Ir Asyantini menuturkan dengan timbulnya Taman Herbal Bejo di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, maka akan memperindah lingkungan pemukiman, sekaligus menggugah masyarakat tentang arti pentingnya tanaman herbal bagi kesehatan.

Juri lainnya yakni Ir Siswatiningsih mengatakan jika adanya lomba taman herbal sangat mendukung program pokja 4, berkaitan dgn pemanfaatan TOGA baik pemerataan antar desa/kelurahan serta kualitasnya.

Lomba yang diselenggarakan oleh Bintang Toedjoe dengan Tribun Jogja ini didukung oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan juga Pemerintah Daerah Yogyakarta.

Kompetisi Taman Herbal BEJO ini diikuti 260 kelurahan se-Provinsi DIY sejak 29 Juli hingga 30 Oktober.

Penghargaan akan diberikan kepada juara terbaik 1-3, juara terbaik kategori 1-3, dan juga 6 nominasi yang akan mendapatkan uang pembinaan, piagam, serta piala. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
herbal
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved