Menyusuri Gua Sunyaragi, Taman Sarinya Keraton Kasepuhan Cirebon
Seperti halnya Taman Sari di Keraton Yogyakarta, Keraton Kasepuhan Cirebon juga mempunyai Taman air yang serupa.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, CIREBON - Seperti halnya Taman Sari di Keraton Yogyakarta, Keraton Kasepuhan Cirebon juga mempunyai Taman air yang serupa.
Adalah Taman Sari Gua Sunyaragi, sebuah situs peninggalan Keraton Kasepuhan Cirebon yang terletak di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon.
Ahmad, pemandu wisata Taman Sari Gua Sunyaragi, bercerita, nama 'Sunyaragi' berasal dari bahasa sansekerta, yaitu Sunya yang berarti sepi, dan Ragi yang berarti raga.
Jika digabungkan, berarti raga yang sepi, sehingga tujuan dari dibangunnya gua ini adalah sebagai tempat peristirahatan raja dan kerabatnya.
Lanjutnya, Gua Sunyaragi ini dibangun pada tahun 1703 oleh Pangeran Arya Kararangen semasa pemerintahan Sultan III Cirebon Tanjul Arifin.
Di dalam komplek, tersebar bangunan-bangunan yang terbuat dari batu karang laut yang disusun sehingga menyerupai gua.
"Sejatinya, tempat ini selain untuk beristirahat, juga digunakan sebagai tempat meditasi pasukan-pasukan Kasultanan Cirebon pada zaman dahulu," ujar Ahmad, Jumat (2/10/2015).
Di dalam komplek Gua Sunyaragi, terdapat banyak bangunan-bangunan gua yang memiliki fungsi masing-masing, seperti Gua Langse yang merupakan tempat air terjun, Peteng untuk meditasi di tempat gelap, Pengawal sebagai tempat prajurit, Puncit menara pengawasan dan Pawon untuk tempat memasak.
"Setiap bangunan memiliki fungsi sendiri-sendiri, semisal gua peteng yang ada di jantung komplek, memiliki fungsi untuk ruang meditasi para pengawal kerajaan untuk mengolah ilmu kanuragannya," ujar Ahmad.
Dahulu kala, di sekitar bangunan terdapat danau yang berisi air dari sungai, kelebihan air disalurkan melalui gua sunyaragi untuk kemudian kembali dirigasikan kepada masyarakat. Layaknya sebuah taman, bangunan gua tampak seperti mengambang di tengah-tengah danau.
Namun seiring waktu berjalan, air yang di jaman dulu dimanfaatkan sebagai taman air sudah sulit dijumpai kini.
Apalagi pada musim kemarau ini.Pintu gua dibangun pendek, dan kecil, hal ini dimaksudkan sebagai simbol untuk menghormati dengan membungkuk.
Selain itu, pintu dibuat sempit, agar pengunjung gua sabar dan tidak berburu-buru ketika masuk.
Taman Sari Gua Sunyaragi berada tak jauh dari pusat kota Cirebon, hanya berjarak 15 menit dari Stasiun Kejaksan maupun alun-alun kota Cirebon. Pengunjung hanya dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp. 4.000, sudah dapat menikmati keindahan taman sari dari Keraton Kasepuhan Cirebon. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gua-peteng_20151004_225326.jpg)