Inilah 10 Perempuan di Yogya yang Tak Hanya Cantik Tapi Juga Berprestasi
Sejumlah perempuan tercatat pernah menyita perhatian publik di Yogya. Mereka ini tak hanya berparas ayu, namun juga memiliki prestasi di bidangnya
TRIBUNJOGJA.com - Sejumlah perempuan tercatat pernah menyita perhatian publik di Yogya. Mereka ini tak hanya berparas ayu, namun juga memiliki prestasi di bidangnya masing-masing. Profesinya pun bermacam- macam, dari mulai model, penembak jitu hingga atlet beladiri. Siapa saja mereka? Simak berikut ini;
1. Bripda Asti, anggota Polsek Sewon yang piawai menari tradisi
Dara bernama lengkap Dwi Suri Ngabekti Hijriasti ini tercatat sebagai anggota polisi di Kepolisian Sektor Sewon, Bantul. Selain berparas ayu, polwan berpangkat Brigadir Dua (Bripda) ini punya segudang keahlian, mulai dari piawai menari tradisi, ia juga gemar menekuni dunia modelling. Bahkan ia juga sempat memperdalam keterampilan berdansa dan beberapa kali mengikuti kejuaraan tingkat nasional.
Uniknya, polisi bukanlah cita-citanya. Pada awalnya, lulusan SPN Banyubiru ini berhasrat ingin menjadi pramugari. Sayang, orangtuanya tak begitu setuju dengan keinginannya tersebut.
"Aku setiap cerita soal pramugari dianggap angin lalu saja. Tapi nggak apa-apa, sudah berlalu dan sekarang aku mulai menjalani profesi dengan enjoy," ujarnya.
Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk melukiskannya. Ia pun kini menikmati profesinya sebagai Polwan meski pada awalnya ini bukan yang ia cita-citakan.
[Selengkapnya : Inilah Bripda Asti, Polwan Cantik yang Gemar Tari Tradisi]
2. Bripda Adri, Polwan berhijab penembak jitu Brimob Polda DIY
Parasnya ayu, dengan perawakan seperti halnya remaja pada umumnya.
Namun jangan salah, ketika senapan laras panjang ia tenteng, baret , sarung tangan, seragam dan sepatu dinas ia kenakan, dara kelahiran 24 Oktober 1992 ini pun seperti berubah menjadi sosok yang bisa membuat gentar para penjahat.
Dialah, Bripda Adri Chroin Ade Oktami, seorang polisi wanita (Polwan) yang bertugas di Satuan Brimob Polda DIY sejak September 2011 lalu. Spesialisasinya pun tidak main-main, Bripda Adri bertugas sebagai penembak jitu!
[Selengkapnya : Inilah Bripda Adri Sniper Wanita Brimob Polda DIY]
3. Lia Karina Mansur, atlet taekwondo DIY
Cantik, berhijab dan jago taekwondo, itulah sosok Lia Karina Mansur, pemegang sabuk hitam sekaligus peraih medali perak pada Sea Games 2011 Palembang.
Gadis kelahiran Yogyakarta itu memang terlahir dari keluarga olahragawan, kakak perempuanya juga atlet taekwondo, sedangkan ayahnya dosen olahraga yang juga mantan atlet voli.
Patah kaki, lebam lebam di badan sudah jadi bagian dari risiko yang harus diterima Lia sebagai Atlet Taekwondo, bahkan kakinya pernah patah dan dia harus berjalan dengan bantuan penyangga.
Meski identik dengan olahraga belada diri yang mengandalkan tendangan kaki itu, Lia ternyata juga Diajeng Kota Yogakarta Wakil 2.
So, meski garang di arena pertandingan, Lia juga terbukti dengan kecantikan dan kelembutannya saat jadi diajeng Yogya.
[Selengkapnya : Atlet Taekwondo Cantik Spesialis Tendangan Kepala]
4. Riana, Dosen muda jago debat bahasa Inggris
Usianya masih belia, tapi siapa sangka dara kelahiran Yogyakarta 8 November 1992 ini sekarang sudah tercatat sebagai staf dan dosen bahasa inggris di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogya.
Uniknya, gadis berparas ayu bernama Riana sugihatmaja ini seperti tak sengaja menekuni profesinya ini.
Menurut dia, awalnya ia tak sengaja mendapat nilai bagus pada mata pelajaran bahasa inggris.
Tapi kemudian, justru inilah yang menjadi alasannya untuk memperdalam bahasa inggris hingga kemudian ia menjadi dosen dan juga berprestasi dalam sejumlah kompetisi debat berbahasa inggris.
[Selengkapnya : Riana, Dosen Muda yang Jago Debat Bahasa Inggris]
5. Octa, mantan model yang terjun menjadi Ketua RW Danurejan
Octa Viantary, mahasiswi Universitas Sanata Dharma jurusan Psikologi ini dilantik menjadi ketua RW di Tegalpanggung RT 55 RW 13 Danurejan Yogyakarta pada 31 Maret 2015 lalu.
Dara berusia 23 tahun ini dulunya merupakan seorang model untuk beberapa majalah remaja. Namun sekarang, ia sudah berhenti dan menjadi seorang pelatih model untuk anak-anak dan remaja, di salah satu sekolah model di Yogyakarta.
[Selengkapnya : Wuih, Ketua RW di Yogya Ini Mantan Model dan Cantik Pula]
6. Bripda Adel, Binmas Polsek Mergangsan yang jago basket
Polwan bernama lengkap Adelia Eka Nirwana ini ditugaskan sebagai Pembina Masyarakat (Binmas) di Polsek Mergangsan Yogyakarta.
Menjadi polwan sebenarnya bukanlah profesi yang ia cita-citakan, ia justru lebih tertarik menjadi seorang dokter.
Akan tetapi, nasib berkata lain, ia ditakdirkan untuk menjadi seorang pengayom masyarakat.
Sementara itu, bicara soal hobi, Adel mengaku suka main bola basket, jauh hari sebelum jadi polisi, dia pernah beberapa kali meraih prestasi bersama hobinya.
Sebelum itu, ia juga pernah berlatih karate ketika sekolah dasar hingga pada tingkatan sabuk coklat.
Memang mental juara sudah terbentuk dalam diri Adel sejak dini. Dirinya menceritakan pernah mengikuti turnamen karate antar provinsi se-Kalimantan mewakili provinsi Kalimantan Selatan.
[Selengkapnya: Polwan Cantik Hobi Basket Plus Jago Karate]
7. Ayu, pebisnis muda dari Yogya
Di usia yang relatif masih muda, dara bernama lengkap Ayu Herera Savitri ini sudah dikenalkan beberapa bisnis keluarga yang di pimpin oleh ayahnya. Mulai dari hotel, ternak ayam, bengkel sparepart mobil hingga tempat outbond.
Dara yang juga menekuni olahraga pacuan kuda ini mengaku bahwa mengelola bisnis berbagai bidang memang sempat membuatnya nervous, lantaran ia masih muda dan pengalamannya belum sebanding dengan sang ayah. Namun pelan-pelan Ayu terus belajar dan saat ini ia pun sudah dilibatkan ketika mengambil keputusan-keputusan penting.
"Aku punya mimpi bisa mengembangkan bisnis keluarga ini. Pengin banget nanti punya hotel atau tempat bisnis di wilayah lingkar satu di Yogya, semoga bisa terwujud," ungkap anak tunggal kelahiran, Jakarta, 28 Juni 1995.
[Selengkapnya: Pebisnis Cantik Penyayang Kuda]
8. Dara anggota Satpol PP Kota Yogya
Perempuan bernama Dara Parama ini tercatat sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogya. Banyak pengalaman seru selama ia menekuni profesinya itu. Salah satunya, kerap kali digoda ketika melakukan razia.
Menurut Dara, berprofesi sebagai Satpol PP bukanlah hal yang mudah. Sebab, kebanyakan masyarakat menilai satpol PP itu bersikap keras dan kaku.
Apalagi jika di lapangan, ia tetap harus bersikap profesional dan tegas dalam menghadapi pelanggar aturan. Namun di sisi lain, ia tetap harus bisa memiliki imej yang berperan mengayomi masyarakat.
[Selengkapnya: Satpol PP Cantik Ini Ngaku Sering Digoda saat Razia]
9. Mahasiswi berprestasi, selesaikan S1 tanpa biaya
Ratih Dewi Setiawan, dara kelahiran di Yogyakarta 26 april 1993 ini, lulus dengan menyandang predikat cumlaude di wisuda sarjana UGM pada Juli 2015 lalu.
Ketika itu ia mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dengan mendapatkan IPK 3,72.
Tak hanya sampai di situ, Ratih pun berencana untuk mengambil program S2 di Inggris.
Selama menempuh pendidikan S1 di UGM, Ratih tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun.
Sebab ia mendapatkan beasiswa prestasi dari pemerintah, untuk membiayai uang kuliah serta uang sakunya sehari-hari.
Bukan hanya itu, mahasiswi yang berhasil menyelesaikan studinya selama 3,9 tahun ini juga dikenal aktif di berbagai organisasi dan kepanitiaan di FEB.
[Selengkapnya : Mahasiswi Berprestasi, Selesaikan S1 Tanpa Biaya Sepeserpun]
10. Mantan model yang banting setir jadi pengusaha air kemasan
Profesi seorang model memang sangat dibtasi oleh usia, itulah yang diakui oleh Fransiska Romana Miranti.
Untuk itu tidak pernah ragu mencoba beragai peluang untuk meningkatkan ilmu dan kemampuan.
Berawal dari menjadi model untuk salah satu produk air minum premium, Mira demikian ia akrab disapa, kemudian tertarik untuk memasarkannya, bahkan kini ia menjadi distributor tunggal untuk produk minuman itu di Yogyakarta.
[Selengkapnya: Kisah Sukses Mira, Dulu Model Kini Jadi Distributor Air Mineral]