Inilah Bripda Asti, Polwan Cantik yang Gemar Tari Tradisi
Menjadi anggota polisi awalnya memang bukan cita-citanya, pramugari adalah karir yang dulu ia impikan.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tampil girly, mengenakan blus berlengan pendek bermotif garis dengan aksesori simpel yang menempel di tubuh, membuat dara bernama lengkap Dwi Suri Ngabekti Hijriasti ini nampak cantik dan ceria sore itu, Rabu (16/9/2015).
Murah senyum adalah salah satu kelebihan dara yang memiliki sapaan akrab Asti ini. Bentuk wajah yang oval dipadu dengan potongan rambut pendek seleher, menyiratkan bahwa Asti dituntut tampil rapi dan elegan.
Benar saja, sesuai profesinya sebagai seorang Polwan, Asti yang berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda), ini lugas ketika menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan ke padanya.
Asti adalah lulusan SPN Banyubiru dan semenjak awal tahun 2014 lalu ditugaskan di Polsek Sewon, Bantul, Yogyakarta. Menjadi anggota polisi awalnya memang bukan cita-citanya, pramugari adalah karir yang dulu ia impikan.
Diakui Asti, keinginannya menjadi pramugari begitu kuat, namun sayang, setiap kali ia menyampaikan niatnya pada kedua orangtuanya untuk menjadi seorang pramugari, hampir tak mendapat tanggapan memuaskan.
"Aku setiap cerita soal pramugari dianggap angin lalu saja. Tapi nggak apa-apa, sudah berlalu dan sekarang aku mulai menjalani profesi dengan enjoy," ujar Asti ditemui usai pemotretan untuk artikel ini di kantor Tribun Jogja, Selasa (14/9/2015).
Latar belakang Asti sebagai seorang Polwan bisa dibilang unik. Meski Ayahnya bertugas di kesatuan Brimob Polda DIY, tak serta merta menjadikannya berkeinginan kuat mengikuti jejak sang Ayah. Justru kakaknya yang awalnya getol ingin menjadi Polisi.
Bakat seni Asti justru lebih dulu mengalir kuat. Asti memiliki bakat di bidang seni tari yang terasah belasan tahun.
Sejak duduk di bangku TK, oleh sang Mama sudah dimasukkan ke sanggar tari. Tak heran, saat diminta memeragakan gerak tarian, olah tubuh Asti nampak begitu luwes.
"Aku belajar tari tradisi di Dalem Pujokusuman. Untuk tari kreasi di sanggar Pak Bagong. Kata mama, dulu pas kecil aku orangnya nggak bisa diam. Kalau ada musik aku selalu bergerak, jadilah dimasukin ke sanggar," ujar Asti sembari memeragakan gerakan ngiting dan ngruji.
Sebelum menjalani pendidikan untuk menjadi seorang Polwan, kegiatan utama Asti hanyalah sekolah dan menari.
Diakuinya, waktu paling banyak di luar sekolah dihabiskannya untuk berlatih tari. Menginjak remaja, Asti menjajal kemampuannya di dunia modeling kala itu. Ia pun beberapakali nongol di majalah remaja.
Rupanya tak hanya tari dan modelling, Asti juga sempat memperdalam keterampilannya berdansa, bahkan beberapakali mengikuti kejuaraan tingkat nasional.