Flash sebagai Pembeku Objek Bergerak

Fungsi flash untuk pemotretan tak hanya untuk membuat objek menjadi lebih terang, tetapi juga digunakan untuk menghilangkan bayangan, back light.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Canon
Ilustrasi Kamera DSLR. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fungsi flash untuk pemotretan tak hanya untuk membuat objek menjadi lebih terang.

Hal ini yang disampaikan Misbachul Munir, fotografer profesional yang mengisi workshop Photolistic 2015, Sabtu (19/9/2015), bertempat di Teknik Mesin dan Industri UGM.

"Flash juga digunakan untuk menghilangkan bayangan, back light, menambah warna dan juga membekukan benda bergerak," jelas Munir.

Secara khusus, Munir menjelaskan fungsi flash sebagai pembeku benda bergerak. Ada dua teknik yang bisa dihasilkan flash dengan prinsip membekukan cahaya, yakni first curtain dan second curtain.

"Benda yang bergerak dengan kecepatan lambat, bisa menghasilkan gambar yang berbeda. Ada yang terlihat bergerak maju, ada juga yang seolah-olah benda bergerak mundur," paparnya.

Munir mengimbuhkan jika teknik first curtain membuat benda membeku terlebih dahulu, setelah itu bayangannya tertangkap kamera.

Hal ini dikarenakan pada teknik first curtain, lampu flash menyala di awal, sedangkan ekspose bayangan belakangan.

Berbeda dengan teknik pertama, teknik second curtain justru menangkap bayangan terlebih dahulu, baru kemudian benda dibekukan.

"First curtain terlihat lebih realistis karena pergerakannya terbaca, sedangkan second curtain mampu menciptakan ilusi benda," ungkap Munir.

Selain itu, materi pencahayaan yang ditekankan oleh Munir adalah penggunaan cahaya flash dan juga cahaya matahari maupun lampu.

"Kita bisa bekerja menggunakan satu flash saja. Sisanya bisa kita manfaatkan cahaya matahari maupun lampu," ucapnya.

Menurutnya, tantangan memotret adalah ketika menggunakan satu flash dan juga menggunakan pencahayaan alami atau disebut dengan istilah mixed light.

"Ada tiga poin penting yang perlu diperhatikan fotografer dalam pencahayaan. Fotografer harus tahu dan mampu mengontrol power, bisa mengontrol arah cahaya, dan bisa mengontrol posisi. Baik posisi benda, cahaya, maupun kamera," pungkasnya.

Ketua panitia Photolistic 2015, Salwa Chairunnisa menjelaskan jika pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan fotografer pemula.

"Foto kan bentuk visualisasi apa yang kita lihat, kalau pencahayaannya kurang tepat akan sangat berpengaruh pada objek. Jadi bisa dibilang cahaya adalah komponen utama," jelasnya kepada Tribun Jogja. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
kamera
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved