Ini Kebaikan Teh Hijau untuk Tubuh
Teh hijau diproses berbeda dengan teh hitam. Pembuatan teh hitam melibatkan proses fermentasi, sedangkan teh hijau menghindari itu
TRIBUNJOGJA.COM - Teh hijau merupakan salah satu menu minuman yang populer di kafe dan restauran di wilayah Asia, meski orang-orang di bagian dunia lain juga mulai mengonsumsinya secara rutin baru-baru ini.
Alasan mengapa semakin banyak orang memasukkan teh hijau ke dalam menu konsumsi sehar-hari karena teh hijau menawarkan banyak manfaat sehat.
Teh hijau diproses berbeda dengan teh hitam. Pembuatan teh hitam melibatkan proses fermentasi, sedangkan teh hijau menghindari itu.
Sehingga, membuatnya kaya dengan antioksidan dan nutrisi yang memiliki efek sangat baik untuk tubuh.
Berkut ini berbagai manfaat sehat teh hijau yang bisa Anda nikmati.
1. Membantu menurunkan berat badan
Kandungan polyphenol dalam teh hijau dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Ini berarti tubuh dapat mengonversi makanan menjadi kalori dengan lebih cepat, sehingga membantu penurunan berat badan.
Konsumsi teh hijau secara rutin dengan kombinasi makanan sehat dapat membantu mengurangi berat badan dalam jumlah yang signifikan selama beberapa minggu.
2. Menurunkan risiko kanker
Penelitian dan studi menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi teh hijau secara rutin memiliki peluang lebih rendah terserang kanker dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi teh hijau.
Ini disebabkan oleh kandungan antiksidan dalam teh hijau yang mampu melawan radikal bebas dan sel kanker dalam tubuh, yang membantu menghentikan berbagai jenis kanker speerti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker kolorektal atau kanker usus besar.
3. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
Teh hijau menambah kapasitas antioksidan dalam darah, yang kemudian akan membantu memastikan partikel Kolesterol lemak baik akan tersimpan. Ini berarti kadar kolesterol jahat dalam tubuh akan diminimalkan, membuat tubuh lebih sehat dan segar.
Dengan kadar kolesterol jahat yang lebih rendah, akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung.
4. Menurunkan risiko diabetes tipe II