Lagi, Kebakaran Hutan Terjadi di Gunung Merapi
Kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) terus meluas dan membakar tanaman-tanaman pokok di wilayah tersebut.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) terus meluas dan membakar tanaman-tanaman pokok di wilayah tersebut. Kali ini, lahan seluas 2,2 hektare di Kawasan TNGM Blok Tempel, Desa Ngargosuko, Kecamatan Srumbung, kembali terbakar, Selasa (18/8/2015).
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00. Awalnya api membakar semak belukar di wilayah tersebut.
Jago merah terus membesar dan melumat vegetasi penting seperti pinus, duwet, puspa, salam, jambu biji, beringin, gayam, aren, dan awar-awar.
“Lokasi kebakaran berada di atas lokasi yang terbakar pada Senin (17/8/2015) lalu. Kami menduga ada unsur kesengajaan manusia dan alam dalam kebakaran yang terakhir ini,” ujar Kepala Seksi Wilayah 1 TNGM, Nurpana Sulaksono kepada Tribun Jogja, Selasa (18/8/2015).
Nurpana menjelaskan, untuk kebakaran kali ini memang paling besar dibandingkan dengan empat kejadian kebakaran sebelumnya.
Dia juga menyayangkan ada beberapa vegetasi yang ikut terlalap jago merah. Padahal, vegetasi tersebut sangat penting untuk menjaga ekosistem hutan di wilayah TNGM.
Sulit Dipadamkan
Adapun lamanya pemadaman yang menelan waktu sekitar 3 jam dikarenakan adanya pinus yang terbakar dan mengeluarkan cairan terpentin.
Cairan ini, ujar Nurpana merupakan cairan yang mudah terbakar dan jika terbawa angin akan merembet.
Awalnya, pemadaman dilakukan dengan cara manual yakni dengan menggunakan gebyok, cabang pohon basah dan kayu.
Pemadaman dilakukan oleh Balai TNGM bersama Kelompok Tani Jurang jero Asri dan Forum Merapi Merbabu Hijau.
“Untuk pemadaman kali ini, kami juga didukung dengan Slip on (mobil pemadam kebakaran) sejumlah 1 unit yang dikerahkan untuk memadamkan titik api yang sulit dipadamkan pada tonggak kayu pinus,” paparnya.
Diapun menjelaskan, untuk antisipasi kebakaran susulan, TNGM melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD, Koramil, Polsek Srumbung.
Termasuk melakukan sosialisasi pada masyarakat sekitar tentang bahaya kebakaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kobong_1408_20150814_211442.jpg)