Tanggapan Pecinta Moge soal Aksi Penyegatan Moge di Yogya
Arogansi di jalan tidak dapat dibenarkan, peraturan harus ditaati lampu merah harus berhenti.
Penulis: khr | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aksi berani 3 orang warga yang menghadang pengendara Moge yang melanggar lalu lintas mendapat perhatian luas dari masyarakat, apalagi muncul gambar arogansi pengendara motor yang berdebat dengan para pencegatnya.
Lulut Wahyudi salah seorang pecinta dan builder Moge asal Yogyakarta mengatakan aksi arogan para bikers tetap tidak dapat dibenarkan.
"Arogansi di jalan tidak dapat dibenarkan, peraturan harus ditaati lampu merah harus berhenti. Kalaupun ada pengawalan dari kepolisian rombongan tetap harus tertib," ujarnya ketika dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Sabtu (15/8/2015).
Walaupun ada ulah sebagian bikers sudah dianggap meresahkan masyarakat namun dia berharap agar masyarakat tidak apriori dengan para bikers dan eventnya, karena bagaimanapun adanya acara sejenis dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dia juga mengapresiasi aksi pesepeda yang memblokir jalan dan melawan pengendara motor yang coba melanggar lalu lintas.
"Saya respect sekali dengan pesepeda tersebut, karena itu sebagai social control yang penting buat kita semua," tutur pria yang biasa disapa Lulut Retro tersebut.
Dia juga sejak jauh hari memberikan himbauan kepada para bikers yang datang di Yogyakarta untuk tetap menghormati warga pengguna jalan yang lain dan warga Yogyakarta pada umumnya.
"Ride safe, respect otherm and dont arrogant on the road," pesannya.
Dia berharap kegaduhan yang terjadi tersebut adalah satu-satunya yang terjadi dan tidak terulang lagi. (Tribunjogja.com)
Delivery Makanan Jogja? Klik makandiantar.com atau 0274 554 554. Ongkir Gratis !
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/moge-dihadang_1508_2_20150815_182735.jpg)