Potensi Zakat Pendapatan di Yogyakarta Belum Terpenuhi
Dari potensi zakat pendapatan di Yogyakarta, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Yogyakarta baru bisa menghimpun 25 persennya
Penulis: tiq | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dari potensi zakat pendapatan di Yogyakarta, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Yogyakarta baru bisa menghimpun 25 persennya. Jumlah ini berkisar Rp260 juta dari Rp1 miliar per bulan.
Sekertaris Baznas Yogyakarta, Misbahrudin mengatakan hal tersebut dikarenakan masih kurangnya edukasi kepada pegawai negeri sipil (PNS) untuk membayar zakat pendapatan di Baznas Yogyakarta.
"Banyak PNS di Yogyakarta yang masih menggunakan lembaga amil zakat di luar Baznas Yogyakarta. Terlebih lagi mimbar Jumat dan majelis taklim jarang yang memberikan eduksi terkait zakat," kata Misbahrudin, Minggu (5/7).
Meski begitu, menurut Misbahrudin sebenarnya membayar amil bisa dimana saja.
Hanya saja edukasi yang dilakukan bertujuan untuk optimalisasi pendapatan zakat di Baznas Yogyakarta.
Oleh karena itu guna memberikan edukasi kepada masyarakat, tahun ini Baznas Yogyakarta membuka gerai di sejumlah mall dan pasar di Yogyakarta.
Antara lain Pasar Beringharjo, Pasar Klithikan, Mall Ambarrukmo, dan Mall Galleria.
"Tujuannya untuk mendekatkan layanan ke masyarakat," ujarnya.
Terlebih target pada tahun ini mencapai Rp4 miliar dan sampai dengan Mei baru terealisasi Rp950 juta. Kendati demikian, Misbahrudin optimis zakat pendapatan akan memenuhi target.
Pada bulan Ramadan, zakat pendapatan biasanya meningkat hingga 50 persen.
Zakat pendapatan didistribusikan untuk empat program, yakni Jogja Takwa, Jogja Cerdas, Jogja Sejahtera, dan Jogja Peduli.
Terkait pengawasan, sejak 2010 pendapatan zakat di Baznas Yogyakarta selalu diaudit oleh akuntan publik dan memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). (tribunjogja.com)