Puluhan Perahu Naga Ramaikan Perayaan Peh Cun
Puluhan tim dari berbagai daerah berlomba dalam festival perahu naga memeriahkan tradisi masyarakat Tionghoa yaitu perayaan Peh Cun
Penulis: apr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Puluhan tim dari berbagai daerah berlomba dalam festival perahu naga memeriahkan tradisi masyarakat Tionghoa yaitu perayaan Peh Cun di Laguna Pantai Depok, Minggu (14/6/2015).
Dalam festival tersebut selain digelar lomba perahu naga, juga diramaikan pertunjukan liong dan barongsai sehingga cukup menarik banyak wisatawan dan warga setempat yang menyaksikan.
Tim peserta sendiri terdiri dari mahasiswa, atlet dayung daerah, hingga para guru.
Aria Nugrahadi, Kepala Bidang (Kabid) pengembangan destinasi wisata Dinas Pariwisata DIY menjelaskan perlombaan perahu naga tersebut diikuti 20 tim dari DIY dan luar DIY.
"Dari luar ada dari Cilacap, Solo, dan dari Purworejo, mereka kita undang," ujarnya.
Aria menjelaskan, pelaksanaan festival perahu naga sebagai rangkaian perayaan Peh Cun tersebut memiliki misi untuk mengembangkan potensi wisata, olahraga, dan budaya di DIY.
"Harapannya agar dapat didapatkan bibit-bibit atlet dayung dari sini, pariwisata di laguna Depok ini juga makin berkembang, selain itu juga untuk melestarikan tradisi Peh Cun ini," jelasnya.
Aria menjelaskan, jalannya perlombaan perahu naga harusnya digelar bersamaan dengan Peh Cun, pada tanggal lima bulan lima dalam kalender Tionghoa yang jatuh pada Sabtu (20/5/2015).
"Mengingat bulan Ramadhan yang akam segera datang, lomba perahu naga dilaksanakan lebih dahulu pada hari ini," ungkapnya.
Hal tersebut dibenarkan ketua panitia Morgan Onggo Wijaya, menurutnya hal tersebut dilakukan untuk menghormati umat muslim.
Lomba perahu naga sendiri menurutnya adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari perayaan Peh Cun.
"Peh Cun adalah pesta perayaan air sehingga lomba mendayung ini perlu diadakan sebagai makna peringatan Peh Cun," terangnya.
Sehingga, dalam perayan Peh Cun Sabtu nanti menurutnya hanya akan digelar ritual dan doa oleh warga Tionghoa di Parangtritis. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perahu-naga_406_20150614_135321.jpg)