41 Senjata di Gunungkidul Ditarik Propam

ebanyak 41 senjata miliki anggota Polres Gunungkidul ditarik oleh petugas Profesi dan Pengamanan (Propam) karena izin penggunaan atau pas sudah kadalu

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 41 senjata miliki anggota Polres Gunungkidul ditarik oleh petugas Profesi dan Pengamanan ( Propam) karena izin penggunaan atau pas sudah kadaluarsa.

Anggota yang ingin kembali mendapatkan senjata, harus mengikuti tes ulang kembali.

Pemeriksaan senjata ini dilakukan selama dua hari mulai Senin (8/6/2015) dan Selasa ( 9/6/2015). Pemeriksaan dilakukan mulai dari kebersihan senjata, kerusakan serta masa berlaku izin penggunaanya.

Untuk pemeriksaan hari pertama, ada 55 senjata milik anggota Polres yang diperiksa oleh petugas. Hasilnya sebanyak 13 senjata yang ditarik karena kartu PAS nya sudah kadaluarsa.

Sementara pemeriksaan hari kedua, terdapat 55 senjata milik anggota Polsek se-Gunungkidul yang diperiksa. Hasilnya, ada 28 senjata yang ditarik karena izin penggunaanya sudah kadaluarsa atau hampir kadaluarsa.

Seluruh senjata yang ditarik kemudian langsung disimpan di gudang senjata milik Polres Gunungkidul. Senjata-senjata tersebut bisa dipegang kembali oleh masing-masing anggota jika sudah mengurus izin kembali.

Kepala Seksi ( Kasi) Propam, Ipda Kusnan Priyono mengatakan, pemeriksaan ini merupakan kegiatan rutin untuk memastikan senjata yang dipegang oleh anggota berfungsi dengan baik serta lengkap izinnya.

“Pemeriksaan ini untuk memastikan kondisi senjata, apakah siap untuk digunakan dalam menjalankan tugas atau tidak,”katanya disela-sela pemeriksaan senjata di loby Mapolres Gunungkidul.

Pemeriksaan senjata ini selain untuk memastikan kondisi dan kelengkapan perizinan, juga bertujuan untuk mengantisipasi penyalahgunaan senjata.

Jangan sampai senjata yang dipegang oleh anggota kepolisian malah disalahgunakan untuk tidakan yang melawan hukum.

Kusnan menjelaskan, pemeriksaan senjata kali ini juga bertepatan kesiapan untuk menghadapi bulan puasa.

Sebab, di bulan puasa tersebut biasanya angka kejahatan mengalami peningkatan sehingga diperlukan kesiapsiagaan seluruh anggota termasuk peralatan senjatanya.

“Biasanya, saat bulan puasa, angka kejahatan meningkat sehingga perlu kesiapan,” jelasnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved