Mangut Lele Mbah Marto, Sederhana tapi Mantap

Meskipun tempat makan ini berada di tengah kampung dan cukup tersembunyi tetapi Mangut Lele Mbah Marto selalu ramai diserbu pembeli.

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: oda
Tribunjogja.com/Hamim Thohari
Kuliner Mangut Lele Mbah Marto selalu ramai diserbu pembeli, meskipun lokasi kuliner ini berada di tengah kampung dan cukup tersembunyi. 

Meskipun menggunakan kuah santan, tapi kuahnya cair berwarna merah terang, tidak berwarna kuning seperti kebanyakan olahan mangut.

Hal tersebut akibat penggunaan cabai yang cukup banyak. Mangut lele tersebut sangat pas dimakan bersama sayur krecek. Kreceknya sendiri cukup lembut dan tidak sepedas mangut lelenya.

Kemudian ada juga tambahan gudeg yang berbahan dasar daun pepaya dan nangka muda. Untuk daun pepayanya juga enak dan tidak pahit.

Warung mangut lele Mbah Marto mulai buka pukul 11.00 dan tutup pukul 16.00. Meski demikian, kadang sebelum sore, makanan yang dijual sudah ludes.

Biasanya para pembeli datang saat jam makan siang, pukul 11.00 hingga 13.00.

 
Lokasi kuliner Mangut Lele Mbah Marto yang tersembunyi. (Tribunjogja.com/Hamim Thohari)

Harga seporsi mangut lele di warung Mbah Marto cukup terjangkau, yakni Rp 20 ribu. Harga yang sama juga berlaku untuk menu lain, seperti berongkos, gudeg, garang asem dan nasi ayam.

Untuk menuju ke tempat makan ini sendiri tidak terlalu sulit. Dari pusat Kota Yogjakarta ambil saja arah ke selatan menuju Jalan Parangtritis KM 6,5. Atau sampai melewati kampus ISI dan bertemu dengan Kantor Pos Sewon.

Tepat di depan kantor pos belok ke kanan masuk ke dalam hingga bertemu dengan pertigaan pertama belok ke kanan.

Sekitar 300 meter dari belokan tersebut ada sebuah gang kecil masuk ke kiri. Nanti anda akan menemukan papan nama warung Mbah Marto tersebut. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved