Mangut Lele Mbah Marto, Sederhana tapi Mantap

Meskipun tempat makan ini berada di tengah kampung dan cukup tersembunyi tetapi Mangut Lele Mbah Marto selalu ramai diserbu pembeli.

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: oda
Tribunjogja.com/Hamim Thohari
Kuliner Mangut Lele Mbah Marto selalu ramai diserbu pembeli, meskipun lokasi kuliner ini berada di tengah kampung dan cukup tersembunyi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Begitu banyak daftar tempat makan yang wajib dikunjungi para pecinta kuliner jika mendatangi Yogyakarta, dan salah satunya adalah Mangut Lele Mbah Marto.

Meskipun tempat makan ini berada di tengah kampung dan cukup tersembunyi tetapi Mangut Lele Mbah Marto selalu ramai diserbu pembeli.

Mbah Marto berjualan mangut lele tidak di warung seperti layaknya orang berjualan, tetapi rumah yang digunakan sebagai tempat berjualan.

Pengunjung dapat menggunakan ruang tamu, ruang tengah, dan teras yang dipasangi meja dan kursi sebagai tempat makannya.


Pengunjung sedang menikmati Mangut Lele Mbah Marto. (Tribunjogja.com/Hamim Thohari)

Pengunjung tidak akan didatangi pelayan yang menawarkan menu makan, melainkan akan diarahkan ke pawon (dapur) untuk langsung mengambil makanan yang telah disiapkan Mbah Marto.

Memasuki pawon anda akan disambut oleh Mbah Marto yang tengah memasak.

Dapurnya pun sangat sederhana dengan dinding bata yang tidak dilapisi semen dan telah menghitam karena setiap harinya terpapar asap dari pembakaran kayu bakar.

Tidak hanya mangut lele, di dapur kita bisa memilih beragam masakan seperti gudeg, opor ayam , sayur krecek, garang asem.

Beragam menu tersebut diletakan dalam beberapa baskom berukuran besar yang terletak di sebuah amben (ranjang).

Di dapur itu pula Mbah Marto memasak seluruh menu yang disajikan dengan dibantu oleh beberapa orang.

Sebelum berjualan di rumahnya yang beralamat di Dusun Ngireng-ireng, Desa Panggungharjo,Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Mbah Marto berjualan beragam menu tersebut dengan cara berkeliling.

 
Dapur tempat mengolah Mangut Lele Mbah Marto. (Tribunjogja.com/Hamim Thohari)

Rasa mangut lelenya berbeda dengan yang biasa dijumpai di warung atau rumah makan pada umumnya.

Daging lelenya keset dan pedas karena sebelum dimasak lele terlebih dahulu diasap di atas tungku dengan menggunakan kayu bakar sampai matang baru kemudian dimasak bersama bumbunya.

Pengasapan menggunakan kayu bakar inilah yang memberikan aroma dan rasa “asap” yang khas pada lelenya. Kemudian lele dimasak menggunakan santan.

 
Pengunjung langsung mengambil sendiri Mangut Lele Mbah Marto. (Tribunjogja.com/Hamim Thohari)
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved