Walubi Bantu Pengungsi Rohingya
Ketua Dewan Penyatun Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Murdaya W.Po menyatakan telah membantu pengungsi muslim Rohingya yang berada di Aceh.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ketua Dewan Penyatun Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Murdaya W.Po menyatakan telah membantu pengungsi muslim Rohingya yang berada di Aceh.
Bantuan itu berupa dana, obat-obatan, dan bantuan lainnya. Meski demikian, pihaknya mengaku masih merumuskan untuk bantuan pendidikan bagi anak-anak pengungsi Rohingya.
"Untuk pendidikan anak-anak pengungsi Rohingya, kami sudah mencatat. Intinya, kami selalu siap membantu," paparnya.
Bantuan bagi pengungsi Rohingya tersebut, kata dia, bersifat kemanusiaan, tidak boleh dilihat hanya dengan kacamata agama saja. Dia memandang kasus pada Rohingya hanya merupakan perbuatan oknum saja.
"Jadi kita harus menjadi bangsa dewasa yang mengedepankan Bhineka Tunggal Ika," papar suami Hartati Murdaya ini.
Pihak Walubi juga sejauh ini telah menjaga kebhinekaan dengan mengadakan semua kegiatan tanpa memandang suku, ras, agama, dan golongan.
Hal itu terbukti dengan adanya kegiatan Bakti sosial yang digelar sejak Senin (1/6/2015) hingga Selasa (2/6/2015).
Sementara itu, Koordinator Dewan Sangha Walubi, Bhiksu Tadisa Paramita Mahastavira menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi di Myanmar terhadap kaum Rohingnya.
Kekerasan ini tidak mencerminkan ciri khas umat Buddha yang cinta damai dan anti kekerasan.
“Hal ini tidak mencerminkan ajaran Buddha yang membawa misi perdamaian, cinta, dan anti kekerasan. Buddha sangat menolak diskriminasi dan menjunjung tinggi harkat-martabat manusia tanpa melihat latar belakang,” katanya.
Dalam hal ini, dia melihat Myanmar yang mayoritas beragama Buddha ini justru melakukan diskriminasi pada sebuah kelompok. Bahkan, hingga ribuan orang mengungsi di sejumlah negara. Termasuk di Indonesia.
Walubi sendiri juga telah berupaya membantu para pengungsi muslim Rohingya yang berada di Aceh. Mereka juga menyerukan agar perdamaian di antara manusia tetap terwujud.
Dalam hal ini, Bhiksu meminta agar setiap orang harus kembangkan belas kasih ke semua makhluk tanpa diskriminasi.
“Kita harus hidup rukun, damai, dan harmonis satu sama lain. Itu misi kita dan itulah ajaran buddha,” paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aksi-save-rohingya_20150527_194230.jpg)