Geng Motor Rampas Motor Siswa SMP
Gerombolan pengendara sepeda motor berulah di jalan Siluk tepatnya di Mojohuro, Sriharjo, Imogiri, Selasa (26/5/2015) malam
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Gerombolan pengendara sepeda motor berulah di jalan Siluk tepatnya di Mojohuro, Sriharjo, Imogiri, Selasa (26/5/2015) malam.
Mereka menghadang rombongan siswa SMP bahkan berhasil membawa kabur sebuah motor yang dikendarai siswa SMP.
Ps Panit Reskrim II Polsek Imogiri, Aiptu Purwanto menjelaskan peristiwa ini dimulai ketika rombongan siswa SMP 2 Imogiri berjumlah 25 orang pergi ke Pantai Baron, Gunungkidul untuk mengisi liburan pada Selasa pagi.
"Setelah selesai jam tiga sore mereka mau pulang, di TPR (Tempat Pemungutan Retribusi) mereka berpapasan dengan rombongan motor KLX dan matic berjumlah 14 orang," terangnya.
Purwanto menerangkan berdasarkan pengakuan korban, gerombolan motor trail sempat memancing emosi rombongan anak SMP dengan menggeber-geber knalpotnya, meski begitu tidak ditanggapi karena takut.
Setelah itu, gerombolan motor trail masuk ke areal pantai dan rombongan anak SMP pulang ke Imogiri.
Rombongan siswa SMP diketahui kembali bertemu dan digeberi gerombolan motor trail saat salah satu motor mereka dibawa ke bengkel di wilayah Gunung Kidul.
Meski begitu rombongan siswa SMP tidak juga menanggapi, lain halnya ketika mereka bertemu untuk ketiga kalinya di Imogiri.
"Begitu sampai depan SMP 2 Imogiri sudah dihadang rombongan motor trail tadi ada yang bawa pentungan, gir, dan sajam," terangnya.
Karena takut, rombongan siswa SMP lalu kabur. Sayangnya, satu motor yang dikendarai Hervian Cahyo (15) dan M Fahri (14) terjatuh dan langsung ditinggal lari.
"Setelah dikejar tidak tertangkap, motornya yang masih tertinggal dengan kuncinya langsung dibawa sama rombongan motor trail," ujarnya.
Motor yang dibawa kabur gerombolan tersebut diketahui berjenis Mio J berwarna biru dengan nomor polisi AB 3152 RJ. Usai motornya dibawa kabur, korban langsung meminta tolong ke warga.
Warga yang mengejar pun kehilangan jejak dan tidak mampu menemukan para pelaku.
Purwanto memaparkan, polisi belum mengetahui identitas pelaku, begitu pula korban yang tidak mengenal gerombolan pelaku.
Hingga kini polisi masih memfokuskan penyelidikan untuk mencari identitas pelaku dan menemukan motor korban. (tribunjogja.com)