Pengunjung Museum Soeharto Semakin Ramai

Meski begitu obyek wisata ini makin ramai dikunjungi masyarakat yang mengagumi Pak Harto atau sekedar ingin tahu

Penulis: apr | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/ Hamim Thohari

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Memorial Jenderal HM Soeharto atau yang lebih dikenal sebagai Museum Soeharto merupakan obyek wisata sejarah masih terhitung baru di DI Yogyakarta.

Meski begitu obyek wisata ini makin ramai dikunjungi masyarakat yang mengagumi Pak Harto atau sekedar ingin tahu sejarah presiden kedua Indonesia ini.

Museum Soeharto terletak di dusun Kemusuk Lor, Argosari, Sedayu, Bantul. Di lokasi inilah, Pak Harto dilahirkan dan tumbuh.

Pengelola museum, Gatot Nugroho ketika ditemui Rabu (20/5/2015) menjelaskan, memorial ini dibangun di atas lahan seluas 3.620 meter persegi.

Di dalam memorial ini, terdapat sebuah bangunan joglo besar di pusat lokasi, rumah kakek buyut Pak Harto yaitu Notosudiro di sebelah utara.

Kemudian rumah kakek Pak Harto, Atmosudiro yang digunakan sebagai tempat diorama di sebelah barat. Serta serta petilasan rumah kelahiran Pak Harto yang bersebelahan dengan rumah Notosudiro.

“Yang ada di sini barang-barang peninggalan, diorama sejarah kehidupan pak harto, ada dokumen arsip nasional, video, dan beberapa foto yang berkaitan dengan sejarah Pak Harto, dan ini lebih ke museum pendidikan sejarah jadi kami juga menggunakan teknologi yang menyesuaikan perkembangan sekarang seperti komputer interaktif,” jelasnya.

Gatot menjelaskan museum ini baru diresmikan pada tanggal 8 Juni 2013. Meski baru dua tahun berdiri, menurutnya museum ini telah mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

Ia menerangkan pada tahun 2013 tercatat ada 167 ribu jumlah pengunjung dalam setahun. Sedangkan pada tahun 2014 melonjak jadi 268 ribu pengunjung dalam setahun.

“Kalau dirata-rata, sekarang sehari bisa ada 800 pengunjung, bandingkan dengan musium yang ada di Jogja seperti Monjali itu sekitar 300 ribu pengunjung dalam setahun, berarti kita musium baru yang benar-benar antusiasme pengunjungnya banyak,” terangnya.

Meski begitu, Gatot mengaku Museum Soeharto tidak menomor satukan banyak sedikitnya jumlah pengunjung namun tersampaikannya pesan tentang sosok Pak Harto kepada pengunjung yang menjadi tujuan utama.

“Kami lebih senang kalau pengunjungnya anak-anak sekolah untuk syiar pendidikan,” ujarnya.

Mengenai jumlah pengunjung Museum Soeharto yang terus meningkat, Gatot beranggapan hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang masih merindukan sosok Pak Harto.

“Saya punya pengunjung dari berbagai macam lapisan masyarakat yang kangen sama masa kepemimpinan pak harto, orang-orang berduyun ke sini karena mereka pengagum Pak Harto, karena mereka ingin pemerintah saat ini seperti jaman Pak Harto dalam hal kesejahteraannya,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Tags
Soeharto
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved