Warga Lereng Merapi Mulai Rasakan Dampak Penambangan

Air bersih yang dibutuhkan warga mulai sulit didapatkan oleh warga.

Penulis: ang | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Warga yang tinggal lereng Gunung Merapi mulai merasakan dampak dari penambangan liar dengan alat berat. Air bersih yang dibutuhkan warga mulai sulit didapatkan oleh warga.

Warga Dusun Glondong, Desa Purwobinangun, Pakem, Sulistyo Pambudi mengatakan di setiap rumah warga telah terdapat instalasi pipa yang mengalirkan air langsung dari sumber. Instalasi berupa jaringan pipa air itu sudah dibangun warga selama bertahun-tahun. Namun setahun terakhir, pasokan air bersih semakin berkurang.

“Beberapa warga bahkan mengeluhkan jika air di rumahnya tidak lagi mengalir. Kalau pun mengalir, hanya di waktu tertentu,” ujarnya dalam diskusi warga penolak penambangan liar, Rabu (6/5/2015).

Menurutnya warga di dusunnya mulai khawatir akan dampak dari penambangan yang saat ini masih sering berlangsung. Padahal, aksi penolakan terus dilakukan warga agar penambangan tidak lagi.

“Penambangan di aliran sungai ataupun lahan, kami tolak. Banyak kerugian yang akan dirasakan warga, krisis air salah satunya,” ungkapnya.

Sulistyo menjelaskan warga sempat melakukan penelusuran jaringan pipa air bersih hingga ke bak-bak penampungan dan sumber air. Dari hasil penelusuran tersebut, warga menemukan banyaknya instalasi yang rusak lantaran terkena kerukan alat berat maupun putus tertimbun material galian pasir. Bahkan bak-bak penampungan air bersih juga tidak terisi penuh.

“Kondisi inilah yang menyebabkan bak-bak penampungan tidak terisi karena aliran air bersi terputus. Jika dibiarkan, maka dampaknya warga akan kehilangan air bersih,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved