Sumur di Kota Yogya Tercemar Bakteri Koliform

Pencemaran ini erat hubungannya dengan sanitasi yang tidak dilakukan dengan benar

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUN JOGJA/ANGGA PURNAMA
Ilustrasi: Seorang warga menunjukkan air dari sumur yang tercemar, Jumat (6/3/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kualitas air tanah di Yogya hampir di ambang batas tercemar. Pencemaran ini erat hubungannya dengan sanitasi yang tidak dilakukan dengan benar.

Bukan hanya tercemar secara fisik, secara biologis, air yang berada pada sumur-sumur tersebut tercemar oleh bakteri Koliform yang membahayakan kesehatan.

Kepala Sub Bidang Pemulihan Lingkungan Balai Lingkungan Hidup Kota Yogya, Pieter Lawoasal, menuturkan hampir 70% sumur-sumur di wilayah Kota Yogya tercemar bakteri Koliform.

Setelah dilakukan pengujian, semua sumur positif mengandung Koliform jauh melebihi ambang batas yang telah ditentukan.

"Kami sudah lakukan pengujian sumur-sumur di wilayah kota. Hasilnya hampir 70% tercemar Koliform, melebihi ambang batas Koliform yang diperbolehkan," ungkap Pieter, ketika ditemui di BLH Kota Yogya, Senin (27/4).

Hasil pengujian yang telah dilakukan BLH Kota Yogya, ada sebanyak 13.000 sumur di wilayah Kota Yogya yang tercemari oleh Koliform. Ambang batas normal jumlah Koliform yang diperbolehkan di air adalah sebesar 100 mpn.

Sedangkan, pada sumur-sumur tersebut diukur, bisa mencapai 2000 mpn. Ambang batas normal adalah 100 mpn sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 tahun 2011.

"Sekitar 13.000 sumur di kota telah tercemar. Ketika diukur jumlah koliform, jauh melebihi ambang batas yang telah ditentukan sesuai Permenkes. Normal hanya 100, ini bahkan sampai 2000," ujar Pieter.

Pieter menjelaskan, kriteria jarak sumur dengan septitank pembuangan minimal berjarak 10 meter. Selain itu septitank tidak boleh bocor dan harus kedap air.

Apabila septitank tidak kedap air, dan jarak sumur dengan septitank berdekatan, maka air akan merembes ke dalam sumur, membawa Koliform ke dalamnya.

"Kasusnya itu kebanyakan karena septitank yang dibuat itu berdekatan dengan sumur. Selain itu, lapisan septitank tidak kedap air. Bisa saja air dari septitank merembes ke sumur, membawa bakteri Koliform ke dalam sumur," tutur Pieter. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
sumur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved