Pameran Lukisan "The Character" Tonjolkan Karakter 7 Pelukis Ternama
Belasan karya seni lukis dari tujuh pelukis ternama itu seperti Budi Ubrux, Dyan Anggraini, Hadi Soesanto, Heri Kris, Klowor Waldiyono, dipamerkan
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pukulan tujuh buah gong menandai pembukaan pameran “The Character” yang dihelat dalam rangka rangkaian Magelang Arts Event (MAE) 2015 di Liman Jawi Arts House, Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (25/4/2015) malam.
Sebelum pemukulan gong tersebut, suasana malam minggu di sanggar seni milik pelukis Borobudur, Umar Chusaeni itu dipenuhi sejumlah seniman dan pejabat. Mereka juga disuguhi beberapa penampilan seni tari dan pembacaan puisi.
Dalam pameran yang akan berlangsung satu bulan ke depan ini, belasan karya seni lukis dari tujuh pelukis ternama itu seperti Budi Ubrux, Dyan Anggraini, Hadi Soesanto, Heri Kris, Klowor Waldiyono, Sigit Santoso dan Wara Anindyah, ditampilkan.
Beberapa lukisan yang ditampilkan pun dikemas cukup apik. Seperti salah satu lukisan dengan judul “Eselon”. Lukisan karya pelukis Budi Ubrux ini memiliki karakter cukup kuat. Dia menampilkan kertas koran untuk membentuk karakter-karakter tokoh dalam lukisan tersebut.
Dalam lukisan cat minyak diatas kanvas berukuran 130x170 itu, Budi menceritakan tentang dunia perpolitikan yang dikemas dengan orang berbalut kertas koran. Dia mencoba menceritakan soal politik nasional yang disampaikan dengan teknik realis.
“Ciri khas karya seninya itu selalu dibungkus dengan koran. Ceritanya sangat dalam dan itu karakter yang luar biasa,” papar Pemilik Limanjawi Arts House, Umar Chusaeni.
Umar menjelaskan, dengan pameran itu, merupakan momen untuk seniman lain di sekitar Borobudur dan sekitarnya untuk belajar. Menurutnya, karya dari ketujuh seniman ini berkonsep dunia internasional.
“Lukisanya dekortif unik tapi juga berkulitas. Mereka mempunyai karakter,” paparnya.
Dia juga mengatakan, lima tahun terakhir perkembangan seni di sekitar Borobudur mengalami perkembangan cukup pesat. Limanjawi Art House yang ada di Desa Wanurejo, Borobudur sering kali menjadi kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
“Kami ingin menampilkan karya seni yang berkualitas yang dimiliki seniman di Borobudur dan sekitarnya,” jelas Umar.
Salah satu pelukis, Heri Kris mengaku karakter yang dimiliki setiap seniman muncul tidak hanya waktu sekejap. Tetapi, seorang seniman harus menempuh proses yang cukup panjang. Seniman akan memunculkan kemurnian dalam berseni karena memiliki karakter.
“Di tengah mainstreamnya muncul keunikan, maka karakter dan gagasan yang akan menyelamatkan. Karakter seniman itu menjadi catatan atau dikenang untuk diapresiasi oleh masyarakat,” ucapnya.
Dia mengatakan, tema karakter merupakan keputusan bersama para pelukis secara tidak sengaja. Tema muncul secara spontan saja saat mereka berkumpul. Itu karena saat hendak menggelar pameran, para pelukis terlalu sering muncul dengan tema yang unik.
“Kepribadian ataupun karakter yang dimiliki masing-masing pelukis ini dijadikan tema dan sepakat dijadikan pembeda dengan pelukis yang lain,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pameran-lukisan_2704_20150427_112733.jpg)