Siswa SMP PL Srumbung Beradu Memasak dengan Mengenakan Baju Adat

Mereka berusaha melestarikan budaya jawa dan kultur gotong royongnya dengan lomba memasak dengan pakaian adat Jawa.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Para siswa SMP Pangudi Luhur Magelang mengikuti lomba memasak dengan mengenakan pakaian adat Jawa, memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Puluhan siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pangudi Luhur Mandungan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang memperingati hari Kartini dengan cara yang berbeda, Selasa (21/4/2015). Mereka berusaha melestarikan budaya Jawa dan kultur gotong royong dengan lomba memasak mengenakan pakaian adat Jawa.

Yang menarik dalam peringatan hari Kartini ini, para siswa dan siswi diwajibkan memasak dengan menggunakan pakaian adat jawa. Para siswa  mengenakan baju surjan lengkap dengan blangkon, sementara para siswi mengenakan kebaya dan sanggul.

Untuk memasak, para pelajar lereng gunung Merapi itu menggunakan tungku dan kayu bakar. Adapun, mereka juga menggunakan bahan-bahan memasak yang didapat dari pasar tradisional dan petani setempat. Suasana memasak tersebut tentunya mengingatkan pada kehidupan masyarakat pedesaan.

Fransiska Budi Widiyanti, salah satu siswa SMP PL Srumbung bahkan terlihat cukup antusias. Dia dan beberapa teman lainnya dalam kelompoknya tampak serius untuk memasak nasi goreng. Dia dan pelajar putri meracik bumbu hingga memasak. Sementara, pelajar putra menyiapkan tungku api dan ikut menyiapkan peralatan.

“Rasanya senang bisa memasak dengan mengenakan pakaian adat. Meskipun gerah dengan mengenakan pakaian adat ini, namun sebagai pelajar kami harus bangga mengenakan baju adat ini,” ujar pelajar yang akrab disapa Siska ini, di sela-sela acara.

Siska yang merupakan warga Desa Bringin, Kecamatan Srumbung ini, mengaku ikut meneladan perjuangan Kartini dengan bukan harus mengenakan pakaian adat setiap hari Kartini saja, namun dengan melestarikan gotong royong dalam kegiatan sehari-hari. Sebagai perempuan, dia juga mengaku memiliki semangat belajar tinggi agar bisa meraih cita-citanya.

“Selain belajar, kami juga harus ikut melestarikan budaya,” tutur Siska yang kelompoknya dinobatkan menjadi juara I lomba memasak ini.

Mateus Hendi Aprilianto (14), pelajar lainnya mengatakan, dengan kegiatan memasak mengenakan pakaian adat ini merupakan kegiatan yang unik. Dia juga mengaku baru pertama kalinya mengenakan pakaian adat untuk berkegiatan di sekolah.

Kepala SMP PL Srumbung, B Rusdiono menjelaskan, kegiatan lomba memasak dengan menggunakan baju adat ini ditujukan agar pelajar bisa meneladan sikap Kartini yang mencintai budaya bangsa sendiri. Termasuk, mereka juga belajar mencintai apapun dari Indonesia, seperti pakaian adat, hingga makanannya.

“Dari perlombaan ini, kami sengaja untuk menampilkan budaya memasak dan kegotong royongan di masyarakat desa. Itulah salah satu nilai budaya yang wajib dipertahankan,” jelasnya.

Dia memaparkan, kegiatan ini diikuti sekitar 81 siswa mulai dari kelas VII hingga IX. Mereka dibagi dalam 8 kelompok dan tidak memandang dari tingkatan kelas. Selain lomba memasak, para siswa juga mengikuti upacara dengan pakaian adat dan lomba fashion show. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved