Donor Kornea di Indonesia Belum Populer

Per tahunnya, Nepal mendapat 600 lebih donor kornea. Padahal populasi penduduk Nepal hanya 28 juta

Penulis: mrf | Editor: Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ahli transplantasi kornea mata Tilganga Institute of Ophthomology Nepal, Dr Reeta Gurung di RSUP Sardjito, Kamis (12/1/2015), menyatakan bahwa tingkat kebutaan yang disebabkan oleh penyakit kornea kini menduduki nomor dua di dunia, setelah katarak.

Namun di Nepal sudah ditemukan teknologi terbaru untuk mengobati penyakit ini, yakni dengan transplantasi kornea. Ia menyebut, di Nepal sudah tidak ada yang terkena penyakit kornea namun susah disembuhkan. Menurutnya itu berkat setiap elemen turun tangan, baik masyarakat, rumah sakit, maupun pasien itu sendiri.

“Transplantasi kornea ini membutuhkan pendonor kornea yang korneanya baru di ambil setelah ia meninggal. Pengobatan ini bisa dilakukan jika ada kerjasama semua pihak,” ungkapnya.

Di Nepal, kata Reeta, kita akan menjumpai banyak selebaran persuasif yang meminta kita untuk mendonorkan kornea. Salah satu contohnya yaitu "dont take your cornea to heaven, heaven knows the other people need it". Menurutnya, selebaran persuasif itu berhasil.

“Per tahunnya, Nepal mendapat 600 lebih donor kornea. Padahal populasi penduduk Nepal hanya 28 juta,” ujar Reeta.

Sementara itu Kaprodi PPDS IK Mata FK UGM dr Agus Supartoto mengungkapkan, 4 persen dari 2,4 persen penduduk Indonesia yang mengalami kebutaan disebabkan penyakit kornea. Jumlahnya tentu jauh lebih banyak ketimbang Nepal.

Meski demikian, Agus mengaku masih sedikit masyarakat Indonesia yang mau mendonorkan kornea mata.

“Mungkin karena faktor budaya, di Indonesia masih jarang orang yang mau mendonorkan kornea matanya. Kalau dari agama jelas tidak, karena MUI sudah menghalalkan. Sampai-sampai Indonesia mengimpor kornea mata dari negara lain,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, selama ini RSUP Sardjito selalu mengimpor kornea mata dari negara lain. Di antaranya Amerika, Filipina, dan kini Nepal. Padahal sebenarnya ketika ada orang ingin mau donor kornea setelah meninggal, itu tidak akan merusak fisik dari mayat yang mendonorkan tersebut.

“Mayat yang diambil korneanya tidak akan merubah bentuk fisik kok. Karna setelah kita ambil, kita akan pasang suatu alat medis yang menyerupai kornea,” kata Agus. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Tags
Donor Mata
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved